Senin, 02/03/2026 14:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bulan Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD0,95 miliar. Nilai surplus ini terjadi selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
"Surplus pada bulan Januari tahun 2026 ini ditopang oleh komoditi non migas sebesar USD3,22 miliar dengan komoditi penyumbang surplus non migas yaitu lemak dan minyak hewan nabati, kemudian bahan bakar mineral serta besi dan baja," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, Senin (2/3/2026).
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD2,27 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah minyak mentah, hasil minyak dan gas.
Berdasarkan data BPS, tiga negara penyumbang surplus neraca dagang Indonesia adalah Amerika Serikat sebesar USD1,55 miliar, India sebesar USD1,07 miliar dan Filipina sebesar USD0,69 miliar.
Blue Moon 2026: Mengapa Bulan Purnama Langka Ini Disebut "Bulan Biru"?
Evaluasi Armuzna, Menhaj Siapkan Perbaikan Penyelenggaraan Haji 2027
Puncak Haji 2026 Berjalan Lancar, Kemenhaj Siapkan Fase Kepulangan Jemaah
Sedangkan negara penyumbang defisit adalah China USD2,47 miliar, Australia USD0,96 miliar dan Prancis USD0,47 miliar.
Untuk neraca perdagangan non migas adalah Amerika Serikat sebesar USD1,81 miluiar, India surplus USD1,10 miliar dan Filipina USD0,69 miliar. Sedangkan penyumbang defisit pada kelompok non migas adalah China, Australia dan Prancis.