Minggu, 01/03/2026 20:41 WIB
Teheran, Jurnas.com - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Iran telah mempersiapkan diri untuk semua skenario, termasuk langkah ke depan setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
"Kami telah mempersiapkan diri untuk momen-momen ini dan telah mempertimbangkan semua skenario," ujar Ghalibaf dalam video yang disiarkan televisi pemerintah dikutip dari Arab News pada Minggu (1/3).
Dia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melewati garis merah, dan cepat atau lambat akan menanggung konsekuensinya.
Ghalibaf merupakan pejabat berpangkat tertinggi yang tampil di hadapan publik sejak serangan dimulai pada Sabtu. Ketua parlemen tersebut menyebut para pemimpin AS dan Israel sebagai “penjahat kotor” yang akan menghadapi “pukulan yang menghancurkan” atas serangan berkelanjutan terhadap Republik Islam.
Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan
Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan
Sri Lanka Pulangkan Ratusan Awak Kapal Perang Iran
"Kami akan memberikan pukulan yang begitu menghancurkan sehingga Anda sendiri akan dipaksa untuk memohon," kata dia menegaskan.
Diketahui, Ayatullah Ali Khamenei gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2). Pengumuman resmi gugurnya Ayatullah Khamenei disampaikan oleh media pemerintah pada Minggu (1/3) pagi.
Tak ada tanda-tanda peperangan ini akan mereda. Iran masih menembakkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Sementara, Israel masih melanjutkan serangan ke Iran.