Minggu, 01/03/2026 20:03 WIB
Beijing, Jurnas.com - China mengutuk keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) kemarin.
"Pembunuhan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan Iran, penginjak-injakan terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB serta norma dasar hubungan internasional," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China dikutip dari Reuters pada Minggu (1/3).
"China dengan tegas menentang dan mengutuk keras tindakan ini," Kemenlu China menambahkan.
Kantor berita resmi Xinhua melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri China Wang Yi telah berbicara dengan mitranya dari Rusia, Sergei Lavrov.
Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan
Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan
Sri Lanka Pulangkan Ratusan Awak Kapal Perang Iran
Dalam percakapan tersebut, Wang mengatakan serangan yang dilakukan pasukan AS dan Israel, serta seruan Presiden AS Donald Trump untuk perubahan rezim di Iran, merupakan hal yang tidak dapat diterima.
Pada 1 Maret, Kedutaan Besar China di Israel mengeluarkan pemberitahuan yang menyarankan warga negara China di Israel untuk segera pindah ke wilayah yang lebih aman di dalam negeri atau meninggalkan negara tersebut menuju Mesir melalui perlintasan perbatasan Taba.
Kementerian Luar Negeri China juga mendesak warga negaranya di Iran untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin, dengan mencantumkan empat jalur darat menuju Azerbaijan, Armenia, Turki, dan Irak.
Dalam sebuah komentar pada 1 Maret, Xinhua mengkritik serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “agresi terang-terangan terhadap negara berdaulat” serta bentuk “politik kekuasaan dan hegemoni”.
Xinhua juga menyatakan penggunaan tekanan militer oleh Washington merupakan pelanggaran mencolok terhadap tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta penyimpangan dari norma fundamental hubungan internasional.