Ini Tanda-Tanda Oli Motor Anda Harus Segera Diganti

Minggu, 15/02/2026 08:08 WIB

 

Jakarta, Jurnas.com - Penggantian oli sering dianggap sepele oleh sebagian pengendara motor. Banyak yang baru mengganti pelumas ketika jarak tempuh sudah sangat jauh atau saat mesin mulai bermasalah.

Padahal, oli memiliki peran penting menjaga kinerja mesin sekaligus mencegah kerusakan komponen di dalamnya.

Oli berfungsi melumasi bagian mesin yang saling bergesekan, membantu proses pendinginan, serta membersihkan sisa pembakaran. Jika kualitasnya menurun, gesekan logam akan meningkat dan berisiko membuat komponen mesin cepat aus. Karena itu, pengendara perlu mengenali tanda-tanda oli sudah tidak layak pakai.

Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah suara mesin menjadi lebih kasar. Ketika pelumas mulai menipis atau kotor, mesin tidak lagi bekerja halus. Getaran juga biasanya terasa lebih kuat dibandingkan kondisi normal.

Selain itu, mesin terasa cepat panas meski motor hanya digunakan untuk perjalanan pendek. Hal ini terjadi karena fungsi pendinginan dari oli sudah berkurang. Kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena panas berlebih dapat merusak piston dan silinder.

Tanda lainnya adalah perpindahan gigi terasa berat, terutama pada motor manual. Oli yang sudah encer atau kotor tidak mampu melumasi transmisi secara optimal sehingga perpindahan gigi menjadi kurang nyaman.

Pengendara juga dapat memeriksa warna oli melalui dipstick. Jika warnanya berubah menjadi hitam pekat dan sangat kental, itu menandakan oli telah tercampur kotoran sisa pembakaran dan harus segera diganti.

Para mekanik umumnya menyarankan penggantian oli setiap 2.000–3.000 kilometer, tergantung jenis motor dan kondisi penggunaan. Motor yang sering dipakai dalam kemacetan biasanya membutuhkan penggantian lebih cepat.

TERKINI
Peneliti Ungkap Korban Pompeii Ada Dokter Tewas Sambil Bawa Peralatan Medis Harga Minyak Mentah RI Melonjak Jadi USD117,31 per Barel Komisi I DPR Desak Diplomasi Cepat Usai 9 WNI Ditahan Israel DPR Minta Pemerintah Kendalikan Informasi Konflik Wamena