Eks PM Pakistan Imran Khan Alami Kebutaan Perlahan di Penjara

Jum'at, 13/02/2026 16:41 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, dilaporkan kehilangan 85 persen penglihatan pada mata kanannya selama dipenjara. Hal ini disampaikan pengacaranya kepada Mahkamah Agung, sehingga menambah persoalan hukum dan politik yang tengah dihadapinya.

Khan (73 tahun) ditahan sejak Agustus 2023 dan sedang menjalani hukuman 14 tahun penjara atas kasus korupsi. Dia merupakan salah satu dari puluhan perkara yang menurutnya direkayasa untuk mencegah dirinya kembali berpolitik, tuduhan yang dibantah oleh militer Pakistan.

"Dia hanya memiliki 15 persen penglihatan tersisa pada mata kanannya," kata pengacara Khan, Salman Safdar, dalam laporan yang dilihat Reuters pada Jumat (13/2).

Dikutip dari The Straits Times, laporan itu menyebut Khan mengeluhkan “penglihatan kabur dan berkabut yang terus-menerus” sejak Oktober 2025, namun otoritas penjara disebut tidak mengambil tindakan.

Safdar menyerahkan laporan tersebut setelah bertemu Khan selama dua jam, pertemuan yang diperintahkan oleh Mahkamah Agung. Pengadilan menetapkan batas waktu 16 Februari bagi otoritas penjara untuk mengizinkan Khan diperiksa oleh dokter pribadinya guna memberikan laporan medis resmi.

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar sebelumnya mengatakan Khan sempat dibawa ke rumah sakit bulan ini untuk menjalani prosedur perawatan mata selama sekitar 20 menit.

Partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), menuntut pelaksanaan segera dan transparan atas perintah pengadilan, termasuk akses tanpa hambatan ke dokter spesialis pilihan Khan, serta penghentian langkah-langkah yang dinilai membahayakan nyawanya dalam tahanan.

PTI juga mengingatkan bahwa partai tersebut menghadapi tindakan keras setelah penangkapan Khan pada Mei 2023 memicu protes nasional terhadap militer.

Dalam pemilu 2024, PTI muncul sebagai partai dengan suara terbanyak, namun menuduh adanya kecurangan yang membuat mereka kehilangan kursi sehingga memungkinkan terbentuknya pemerintahan koalisi di bawah Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Tuduhan tersebut dibantah oleh Sharif dan para sekutunya.

TERKINI
4 Pertanyaan di Yaumul Hisab yang Wajib Diketahui Setiap Muslim Ini Sejarah dan Makna dari Peringatan Hari Lebah Sedunia Setiap 20 Mei Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Setiap 20 Mei, Ini Sejarahnya Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya