Asal-usul Padusan, Ritual Mandi Menjelang Ramadan di Jawa

Kamis, 05/02/2026 13:05 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Tradisi padusan merupakan kebiasaan lama masyarakat Jawa yang dilakukan menjelang bulan Ramadan. Praktik ini telah dikenal sejak masa sebelum Islam berkembang secara luas di tanah Jawa.

Secara etimologis, istilah padusan berasal dari kata adus dalam bahasa Jawa yang berarti mandi. Dalam konteks tradisi lama, mandi memiliki makna penting sebagai simbol pembersihan diri sebelum memasuki fase atau waktu tertentu.

Dihimpun dari berbagai sumber, kebiasaan ini telah dikenal dalam budaya Jawa sejak masa Hindu-Buddha, ketika ritual penyucian diri dengan air menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat.

Ketika Islam mulai berkembang di Jawa pada abad ke-14 dan 15, tradisi lokal tersebut tidak serta-merta ditinggalkan. Sebaliknya, kebiasaan mandi sebagai simbol penyucian diri kemudian dikaitkan dengan momentum menjelang Ramadan.

Dalam catatan sejarah dan tradisi lisan, padusan biasanya dilakukan di sumber-sumber air alami seperti mata air, sungai, atau umbul. Lokasi tersebut dianggap penting karena air dipandang sebagai unsur utama dalam proses penyucian.

Pada masa lalu, padusan juga menjadi bagian dari aktivitas komunal yang melibatkan banyak warga desa.

Pada era kerajaan Islam di Jawa, seperti Kesultanan Demak dan Mataram Islam, tradisi padusan tetap berlangsung di tengah masyarakat.

Meski tidak diatur secara resmi oleh lembaga keagamaan, padusan hidup sebagai praktik budaya yang melekat pada kehidupan sosial masyarakat Jawa, terutama di wilayah pedesaan.

Hingga kini, padusan dipahami sebagai warisan budaya masyarakat Jawa yang berakar dari sejarah panjang interaksi antara tradisi lokal dan pengaruh Islam.

TERKINI
4 Pertanyaan di Yaumul Hisab yang Wajib Diketahui Setiap Muslim Ini Sejarah dan Makna dari Peringatan Hari Lebah Sedunia Setiap 20 Mei Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Setiap 20 Mei, Ini Sejarahnya Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya