Legislator Gerindra Minta PPATK Intervensi Situs dan Aplikasi Judi Online

Rabu, 04/02/2026 08:52 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menyebut, paparan konten daring dengan judul sensasional menjadi salah satu pintu masuk judi online dalam kehidupan bermasyarakat. Akibat paparan tersebut, menurutnya, masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui, kemudian terjerat aktivitas judi online.

"Apalagi penanganan yang dilakukan selama ini masih cenderung bersifat reaktif. Seperti pemblokiran rekening setelah transaksi terjadi dan kerugian muncul," tutur Andi Amar dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Kepala PPATK, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/2).

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini juga menekankan perlunya langkah pencegahan yang lebih kuat melalui intervensi terhadap situs maupun aplikasi yang terindikasi memfasilitasi judi online. Menurutnya, Upaya tersebut perlu dilakukan melalui kerja sama PPATK dengan penegak hukum serta kementerian yang membidangi ruang digital.

“Kalau kemudian data dari PPATK yang banyak akun dan transaksi mencurigakan di judi online maupun narkoba itu bisa diblokir langsung, saya kira potensi penyelamatan negara luar biasa,” ujar Andi Amar.

Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya temuan dan laporan PPATK terkait dugaan kerugian negara yang sempat ramai di ruang publik, namun tidak seluruhnya diketahui tindak lanjut penanganannya. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas koordinasi antarpenegak hukum.

Menurut Andi Amar, penguatan sinergi antara PPATK, aparat penegak hukum, dan kementerian terkait menjadi kunci agar setiap temuan dapat ditindaklanjuti secara jelas dan terukur.

“Perlu koordinasi yang lebih kuat antar aparat penegak hukum agar pencegahan dan penindakan judi online bisa berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.

TERKINI
Doa saat Mengalami Kesulitan Ekonomi, Yuk Amalkan Bradley Barcola Disarankan Gabung Arsenal Musim Panas Ini Klopp Pasang Badan Bela Van Dijk dari Kritik Van der Vaart Ini Alasan Stadion Termegah di AS Gagal Jadi Venue Piala Dunia