Sering Dikira "Tidur", Parasit Ini Ternyata Tetap Aktif di Otak

Senin, 02/02/2026 13:10 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Selama bertahun-tahun, ilmuwan meyakini bahwa parasit Toxoplasma gondii berada dalam kondisi `tidur` saat bersembunyi di dalam kista mikroskopis otak.

Namun, penelitian terbaru mengungkapkan parasit ini tetap aktif dengan berbagai bentuk biologis di dalam satu kista yang sama, sebagaimana dikutip dari Earth pada Senin (2/2).

Penelitian Emma H. Wilson dan timnya di University of California, Riverside menemukan bahwa kista parasit langsung dari otak tikus yang terinfeksi secara alami bukanlah struktur pasif seperti yang selama ini diasumsikan.

Toxoplasma gondii adalah parasit yang sangat umum. Diperkirakan hampir sepertiga populasi dunia pernah terpapar, biasanya melalui daging kurang matang atau tanah yang terkontaminasi kotoran kucing.

Sebagian besar orang tidak merasakan gejala, tetapi parasit dapat bertahan di dalam tubuh selama puluhan tahun.

Saat sistem imun menekan infeksi awal, parasit membentuk kista di otak, otot, dan jantung. Kista ini berfungsi sebagai tempat persembunyian jangka panjang, terlindung dari serangan imun dan sulit dijangkau obat.

Masalah muncul ketika keseimbangan terganggu. Pada orang dengan sistem imun lemah atau pada infeksi selama kehamilan, parasit dapat aktif kembali, menyebar cepat, dan menyebabkan kerusakan otak atau gangguan penglihatan.

Selama ini, keterbatasan teknologi membuat ilmuwan sulit mempelajari fase kronis di dalam kista. Kebanyakan riset menggunakan bentuk parasit yang tumbuh cepat di laboratorium, yang ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di otak.

Dengan teknik single-cell RNA sequencing, tim UCR berhasil membaca aktivitas gen setiap parasit secara individual. Hasilnya mengejutkan: di dalam satu kista ditemukan setidaknya lima subtipe bradyzoite, masing-masing dengan tingkat kesiapan berbeda untuk kembali aktif.

Salah satu subtipe bahkan tidak pernah muncul dalam model laboratorium yang selama ini digunakan. Ini menjelaskan mengapa banyak obat gagal membersihkan infeksi sepenuhnya—target utama parasit di dalam kista justru tidak terdeteksi dalam uji standar.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.

TERKINI
CENTOM Sebut Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Dewas