Pimpinan DPR Yakin Keponakan Prabowo Jalankan Fungsi Moneter di BI

Selasa, 27/01/2026 15:51 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Sosok Thomas Djiwandono yang sudah disetujui untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia akan menjadi perekat, mediator, dan katalisator antara fiskal dan moneter.

Hal itu sebagaimana diutarakan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut dia, peran tersebut diperlukan bagi sebuah negara untuk menghadapi guncangan sebagai shock absorber dan pemerintah ingin melihat agar fiskal dan moneter betul solid.

"Insyaallah, berikan dulu kepercayaan untuk bekerja Deputi Gubernur yang baru ini menjalankan fungsi moneternya," kata Cucun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).

Politikus PKB ini tak menampik soal selalu adanya anggapan-anggapan bahwa pasar terguncang terkait isu tersebut.

Namun, dia menegaskan bahwa Thomas perlu diberi kepercayaan dalam menjalankan tugasnya.

Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 pada Sidang Paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

"Sekarang perkenankan kami menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat, apakah laporan Komisi XI DPR RI dapat disetujui?" kata Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa saat memimpin sidang paripurna.

Pertanyaan tersebut dijawab setuju oleh peserta rapat, disertai ketukan palu pimpinan sidang.

Dengan keputusan tersebut, Thomas Djiwandono secara resmi telah disetujui DPR menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatan pada 13 Januari 2026.

 

 

 

TERKINI
Arkeolog Prancis Pecahkan Misteri Tulisan Kuno Iran 4.000 Tahun Makkah Catatkan Pertumbuhan Ekonomi 129 Persen sejak 2020 Mali Bergejolak, Rusia Desak Pemulihan Stabilitas Israel Perintahkan Evakuasi Massal Rakyat Lebanon Selatan