Minggu, 25/01/2026 16:15 WIB
Bandung, Jurnas.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memastikan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan serta anak-anak yang terdampak bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa pemerintah hadir untuk menjamin rasa aman bagi seluruh pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan yang sedang hamil maupun menyusui.
“Kami memastikan seluruh yang ada di pengungsian ini merasakan rasa aman, terutama perempuan, anak-anak, lansia, disabilitas, serta perempuan yang menyusui atau sedang mengandung,” ujar Arifah Fauzi saat mengunjungi pengungsian di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Minggu (25/1).
Menteri PPPA mengungkapkan bahwa hasil peninjauan di lapangan menunjukkan banyak korban mengalami trauma mendalam akibat bencana longsor yang terjadi.
Menteri PPPA: Suara Anak Indonesia Harus Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan
Jelang HAN 2026, Menteri PPPA Ajak Kolaborasi Penuhi Hak Anak
Remaja Diperkosa 27 Orang, Menteri PPPA Pastikan Korban Dapat Perlindungan
Dia juga menambahkan respons dan perilaku para penyintas memperlihatkan adanya dampak serius terhadap kondisi psikologis mereka.
“Terlihat mereka mengalami trauma yang sangat mendalam. Cara mereka bereaksi menunjukkan bahwa trauma ini memengaruhi kondisi psikologis mereka,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian PPPA juga menyebut segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait guna menghadirkan layanan pemulihan psikologis atau trauma healing bagi para korban, terutama perempuan dan anak.
“Oleh karena itu, kita akan berkoordinasi untuk memberikan layanan trauma healing guna melakukan penguatan kembali kondisi mental mereka,” tambahnya.
Selain pendampingan psikologis, Kementerian PPPA juga mendorong pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan berkelanjutan bagi perempuan dan anak di lokasi pengungsian agar mereka dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan aman dan bermartabat. (Ant)