Sabtu, 24/01/2026 13:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Tim Gabungan melakukan pencarian terhadap korban bencana longsor disertai banjir bandang yang menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, di mana tujuh orang meninggal dunia dan ratusan warga lainnya masih dalam proses pencarian.
Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB,yang diawali suara gemuruh keras terdengar warga sebelum material tanah dan lumpur meluncur dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.
“Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda dan disertai banjir bandang,” kata Yogaswara di Bandung, Sabtu (24/1).
Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dan lumpur, sehingga menyebabkan kerusakan berat pada permukiman di sekitar lokasi terdampak.
Gugatan PLK di PTUN Jakarta Ditolak, Aset Pemprov Jabar Aman
Anggota DPR: Perubahan Nama Provinsi Harus Lewat Revisi UU
DPR Akan Kaji Urgensi Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda
Berdasarkan data sementara kepolisian, sebanyak tujuh orang ditemukan meninggal dunia hingga Sabtu (24/1) pukul 12.00 WIB, sementara diduga ratusan warga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.
Kapolsek menjelaskan proses evakuasi dan pencarian korban melibatkan personel kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, serta masyarakat setempat, yang bergotong royong membantu penanganan darurat.
Namun demikian upaya pencarian sempat terkendala oleh kondisi medan yang berat, material longsor yang tebal, serta cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah tersebut.
“Kami tetap berupaya maksimal melakukan pencarian korban dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan,” ujar Yogaswara.
Ia juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspada dan menjauhi area longsoran, mengingat masih adanya potensi bencana susulan akibat kondisi tanah yang labil. (Ant)