Rabu, 27/11/2024 14:55 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Beredar informasi di media sosial TikTok terkait hasil exit poll Pilkada Kebumen 2024. Informasi tersebut disebarkan oleh akun TikTok ini pada Rabu (27/11/2024).
Dalam unggahannya, akun tersebut menyertakan narasi sebagai berikut. "Exit Poll : Survei Pasca 1200 Responden MSRS Di Pemilihan Calon Bupati & Wakil Bupati Kabupaten Kebumen."
Hasil survei yang diunggah akun tersebut menampilkan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Lilis Nuryani-Zaeni Miftah mendapat perolehan suara 62,3 persen.
Sedangkan, paslon nomor urut 2 Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih mendapat 37,7 persen.
Pengamat SDI Perhatikan Banyak Kritik pada Pemerintah Cenderung Hoaks
Waspada Hoaks, PSMP: Anton Timbang Jadi Tersangka Tak Terverifikasi
Perkuat Ideologi Bangsa, Tommy Kurniawan Ajak Pemuda Cegah Informasi Hoaks
Exit poll merupakan metode survei pemilu dengan mewawancarai langsung para pemilih di TPS. Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati menjelaskan, exit poll adalah metode yang biasanya dilakukan oleh lembaga hitung cepat untuk mengetahui preferensi pilihan pemilih.
"Jadi di sampel dua TPS yang sudah mereka pilih akan ada petugas yang menanyakan kepada pemilih secara acak siapa pilihannya di pilkada," ungkap perempuan yang akrab disapa Ninis, kepada Kompas.com, Rabu (27/11). Kendati demikian, sejauh ini belum ada lembaga yang melakukan exit poll di wilayah Kebumen pada Pilkada 2024.
Hasil exit poll Pilkada Kebumen 2024 yang beredar di TikTok merupakan hoaks. Belum ada lembaga survei yang melakukan exit poll pada Pilkada Kebumen 2024.
Aturan KPU menjelaskan bahwa pengumuman hasil hitung cepat, baik itu exit poll atau quick count baru bisa dipublikasi pukul 15.00 WIB setelah pencoblosan
RUJUKAN
https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/11/27/131021582/hoaks-exit-poll-pilkada-kebumen-2024
https://cekfakta.com/focus/24235
[Artikel ini adalah hasil kolaborasi Aliansi Jurnalis Independen, Aosiasi Media Siber Indonesia, Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia, Cekfakta.com bersama lebih dari 30 media di Indonesia.]