Negosiasi dengan AS Alot, Eksportir India Mulai Ketar-Ketir

Rabu, 07/01/2026 11:17 WIB

Mumbai, Jurnas.com - Para eksportir India mulai khawatir kehilangan pendapatan pada musim panas dari pasar Amerika Serikat (AS), jika gagal mengamankan pesanan pada Januari ini. Hal itu terjadi karena negosiasi antara India dan AS berlarut-larut.

Bulan ini akan menjadi bulan penentu untuk menyegel pakta perdagangan sehingga kontrak dapat diamankan untuk paruh pertama tahun 2026, menurut para eksportir lokal yang berbicara kepada Bloomberg News.

Dikutip dari Straits Times pada Rabu (7/1), tarif AS sebesar 50 persen yang memberatkan sejak Agustus telah merugikan volume pesanan eksportir di musim dingin dan Natal, yang biasanya ramai pada 2025.

Salah satu pungutan terberat yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump terus memberikan pukulan berat bagi sektor-sektor padat karya di India, terutama tekstil, kerajinan tangan, pakaian jadi, permata, dan kulit.

Meskipun telah dilakukan beberapa putaran pembicaraan, termasuk empat kali percakapan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi sejak Agustus, kemajuan yang lambat dalam kesepakatan perdagangan telah menekan rupee dan memaksa New Delhi untuk mengeluarkan US$5 miliar (S$6,4 miliar) untuk melindungi eksportir India.

Salah satu produsen sepatu terbesar di India, Farida Group, mengatakan bahwa 15 Januari menjadi batas waktu untuk mengamankan pesanan dalam jumlah besar dari AS guna memastikan pendapatan yang stabil untuk musim panas dan musim gugur. Perusahaan itu memperoleh sekitar 60 persen pendapatan ekspornya dari pasar AS.

"Saya telah mengurangi produksi sebesar 20 hingga 25 persen dan memberhentikan beberapa pekerja," kata Ketua Farida Group, Rafeeque Ahmed, yang memasok barang ke merek internasional seperti Cole Haan dan Clarks.

"Sampai kapan kita bisa mempertahankan ini dan terus memberikan diskon?" dia menambahkan.

TERKINI
Mendikdasmen Salurkan 1.577 IFP untuk Ribuan Sekolah di Sidoarjo Sri Lanka Tangkap Sembilan WN China, Diduga Selundurkan Alat Scam Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya Panglima Militer Pakistan Tiba di Iran Bawa Pesan Rahasia dari AS