Selasa, 06/01/2026 14:27 WIB
Manila, Jurnas.com - Otoritas kebencanaan Filipina menaikkan status Gunung Mayon di Provinsi Albay. Dikatakan bahwa gunung api itu berpotensi meletus dalam beberapa hari atau pekan mendatang.
Phivolcs atau Institut Volkanologi dan Seismologi Filipina meningkatkan status siaga ke level tiga dari lima level. Artinya, magma kini sedang mendorong ke atas gunung berapi dan membentuk kubah lava di puncaknya.
Dikutip dari Straits Times pada Selasa (6/1), Phivolcs mendesak warga yang berada dalam zona terlarang sejauh 6 km untuk mengungsi, karena risiko seperti aliran lava, longsoran batu, dan bahaya lainnya tidak dapat diprediksi.
Gunung Mayon merupakan gunung berapi paling aktif dari 22 gunung berapi di Filipina. Gunung api ini telah meletus lebih dari 50 kali dalam empat abad terakhir. Letusan magmatik terakhirnya terjadi pada Juni 2023 ketika menyemburkan lava dan gas beracun.
Awas! Gunung Api "Tidur" Tetap Simpan Cadangan Magma
Inggris Cantumkan Indonesia dalam Daftar Travel Warning 2026
Letusan Gunung Diduga Picu Black Death, Wabah Tewaskan Puluhan Juta Orang
Letusan paling dahsyat terjadi pada Februari 1841 ketika aliran lava mengubur seluruh kota dan menewaskan 1.200 orang.
Sebagaimana Indodnesia, Filipina terletak di Cincin Api atau Ring of Fire, sabuk gunung berapi yang mengelilingi Samudra Pasifik dan juga rawan gempa bumi.
Phivolcs mendesak otoritas penerbangan sipil untuk menyarankan pilot agar menghindari terbang di dekat puncak Mayon, karena abu dari letusan tiba-tiba dapat membahayakan pesawat.
Sejak 1 Januari, Phivolcs telah mencatat 346 gempa bumi vulkanik dan 4 gempa vulkanik, dibandingkan dengan 599 gempa bumi pada November hingga Desember 2025.