Mengapa Gempa Bumi Bisa Terjadi? Ini Alasan Ilmiahnya

Senin, 05/01/2026 10:10 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Getaran yang tiba-tiba, bangunan bergoyang, dan rasa panik, gempa bumi selalu meninggalkan pertanyaan: mengapa peristiwa ini bisa terjadi?

Di berbagai wilayah dunia, gempa merupakan fenomena alam yang tak bisa diprediksi secara pasti. Namun, sains memberi penjelasan logis tentang proses di baliknya.

Memahami penyebab gempa bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membantu masyarakat lebih siap menghadapi bencana.

Gempa bumi terjadi ketika ada pelepasan energi besar dari dalam kerak bumi. Energi ini muncul karena pergerakan lempeng tektonik — potongan besar kulit bumi yang terus bergerak sangat pelan, namun saling bertabrakan, saling menjauh, atau saling bergesek.

Saat dua lempeng saling terkunci, tekanan akan menumpuk. Ketika tekanan itu tidak lagi mampu ditahan, batuan di bawah tanah pecah dan energi dilepaskan dalam bentuk gelombang. Gelombang inilah yang kita rasakan sebagai getaran.

Jenis gempa pun berbeda-beda, ada gempa tektonik (akibat pergerakan lempeng), gempa vulkanik (akibat aktivitas gunung api), dan gempa runtuhan (biasanya terjadi di dalam gua atau bekas tambang). Dari ketiganya, gempa tektonik adalah yang paling sering terjadi dan dapat menimbulkan kerusakan besar.

Kekuatan gempa diukur menggunakan magnitudo, sementara dampaknya pada permukaan bumi dinilai dari tingkat intensitas. Magnitudo besar tidak selalu menimbulkan kerusakan parah jika pusat gempa berada sangat dalam atau jauh dari permukiman.

Sebaliknya, gempa kecil bisa terasa kuat jika berada dekat permukaan dan dekat pemukiman padat. Gempa bumi juga dapat memicu bencana lain, seperti tanah longsor dan tsunami, terutama jika pusat gempa berada di bawah laut.

Karena itu, kawasan pesisir membutuhkan sistem peringatan dini dan jalur evakuasi yang jelas. Meski teknologi sudah semakin canggih, ilmuwan belum mampu memprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi secara tepat. Yang bisa dilakukan adalah menghitung potensi, memperkuat bangunan, menyiapkan jalur evakuasi, serta melatih masyarakat agar tanggap.

TERKINI
Waspadai Berbagai Kasus Kanker pada Anak, Apa Saja Gejalanya? 20 Ucapan Iduladha 2026 Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya Hari Tiroid Sedunia Setiap 25 Mei, Ini Sejarah dan Awal Mula Peringatannya 25 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini