Jum'at, 02/01/2026 15:32 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Transportasi Kanada menyoroti masalah keselamatan serius yang melibatkan Air India, usai muncul pengadilan dari Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP), yang menuding seorang pilot Air India berada di bawah pengaruh alkohol sebelum bertugas di Bandara Vancouver.
Dalam surat tertanggal 24 Desember 2025, yang ditujukan kepada pejabat senior Air India, Transport Canada menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi pada Penerbangan AI186 dari Vancouver (CYVR) ke Wina (LOWW) pada 23 Desember 2025.
"Kapten Saurabh Kumar melapor untuk bertugas pada penerbangan Air India AI186 pada 23 Desember 2025 saat berada di bawah pengaruh alkohol, dan tidak layak untuk bertugas," demikian bunyi keterangan RCMP dikutip dari Economic Times pada Jumat (2/1).
"Dua tes breathalyser yang dilakukan oleh RCMP di Bandara Internasional Vancouver mengkonfirmasi hal ini, setelah dia diperintahkan untuk meninggalkan pesawat," RCMP menambahkan.
Seorang Penumpang Selamat dari Kecelakaan Pesawat Air India yang Hancur Berkeping-keping
7 Kecelakaan Pesawat Boeing dalam 10 Tahun Terakhir
Pesawat Air India Tujuan London Jatuh dan Meledak di Kawasan Permukiman Ahmedabad
Transport Canada mengatakan insiden tersebut merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Penerbangan Kanada (CARs).
Lembaga itu mencatat bahwa kasus ini melibatkan pelanggaran CARs 602.02 dan CARs 602.03, serta ketentuan yang diuraikan dalam Sertifikat Operator Udara Asing (FAOC) Air India.
"Kemungkinan tindakan penegakan hukum akan dilakukan oleh RCMP, dan oleh TCCA," ujar Transport Canada.
Otoritas penerbangan Kanada juga telah meminta Air India untuk mengambil langkah-langkah perbaikan. Air India diminta mengirimkan tanggapan paling lambat 26 Januari, yang merinci temuan dan langkah-langkah yang telah diambil.
Sehari sebelumnya, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) mengeluarkan surat peringatan kepada seorang pilot Air India di tengah kekhawatiran keselamatan pada penerbangan AI-358 dan AI-357, terkait dengan keberangkatan pesawat, kepatuhan terhadap Daftar Peralatan Minimum (MEL), dan pengambilan keputusan awak penerbangan.
Dalam surat peringatannya, DGCA menyatakan bahwa pilot menerima pesawat tersebut meskipun terjadi masalah berulang dan penurunan kinerja sistem. Otoritas penerbangan sipil juga mencatat bahwa ada laporan bau asap di dekat pintu pada penerbangan AI-358.