Kamis, 01/01/2026 23:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sejarah meriwayatkan bahwa Imam Bukhari rahimahullah pernah kehilangan penglihatannya saat masih kecil.
Sang ibu, seorang perempuan yang salehah dan penuh keteguhan hati, tidak berhenti memohon kepada Allah agar penglihatan putranya dipulihkan. Malam demi malam ia bangun, bermunajat dengan penuh harap, yakin bahwa Allah mendengar doa setiap hamba yang berserah.
Keyakinan itu sejalan dengan firman Allah:
قَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagi kalian.” (QS. Ghafir: 60)
Bacaan Doa di Hari Selasa Lengkap dengan Artinya
Kapan Waktu Paling Baik Melaksanakan Sholat Tahajud? Ini Penjelasannya
Jarang Disadari, Ini Cara Sederhana agar Dicintai Allah SWT
Dengan cara yang menakjubkan, Allah mengabulkan doa tersebut. Dikisahkan, sang ibu bermimpi bertemu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Dalam mimpi itu, beliau menyampaikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan anaknya berkat doa yang terus dipanjatkan.
Ketika terjaga, sang ibu mendapati Imam Bukhari kecil telah dapat melihat kembali, sebuah karunia yang menegaskan bahwa doa yang tulus tak pernah sia-sia.
Kisah ini juga sejalan dengan sabda Nabi SAW tentang keutamaan doa orang tua untuk anaknya:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
“Ada tiga doa yang pasti dikabulkan dan tidak diragukan: doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Tirmidzi)
Doa sang ibu dikabulkan karena lahir dari hati yang bersih, penuh kasih sayang, dan kepercayaan total kepada Allah. Ia menjadi contoh bagaimana doa orang tua memainkan peran besar dalam membentuk jalan hidup seorang anak.
Lebih jauh, kisah ini mengingatkan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Al-Qur’an mengajarkan agar anak memperlakukan mereka dengan penuh hormat dan kasih, karena pada ridanya terdapat keberkahan dan pertolongan Allah:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Rendahkanlah dirimu kepada keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil.’” (QS. Al-Isrā’: 24)
Dari kisah doa ibu Imam Bukhari, kita belajar bahwa keberkahan ilmu, kelapangan rezeki, dan kebaikan hidup sering berawal dari doa yang dipanjatkan orang tua, terutama seorang ibu yang mencintai anaknya karena Allah.