Kamis, 01/01/2026 02:02 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Tidak semua anak punya kesempatan berlatih di akademi sepak bola atau lapangan besar. Namun, itu bukan berarti minat dan bakatnya harus berhenti.
Dengan latihan sederhana di rumah, anak tetap bisa belajar teknik dasar, membangun rasa percaya diri, sekaligus menjaga kebugaran.
Kuncinya bukan pada alat mahal, melainkan konsistensi, suasana yang menyenangkan, dan dukungan orang tua.
Berikut beberapa cara mudah melatih anak bermain sepak bola dari rumah. 1. Mulai dari Pemanasan yang MenyenangkanSebelum latihan, ajak anak melakukan peregangan ringan dan jogging kecil-kecilan. Bisa dibuat seperti permainan, misalnya kejar-kejaran perlahan atau lompat rintangan sederhana. Tujuannya agar otot siap, terhindar dari cedera, dan anak tetap antusias.
Demi Bisa Makan, Bocah Rela Memungut Remahan Beras
6 Makanan Terbaik untuk Otak Anak, Bikin Si Kecil Tumbuh Cerdas
7 Jurus Ampuh Hadapi Tantrum Si Kecil Akibat Gadget
Susun beberapa botol bekas sebagai “rintangan”. Minta anak menggiring bola melewati botol secara perlahan, lalu tambah kecepatan sedikit demi sedikit. Latihan ini melatih kontrol bola, kelincahan, dan fokus.
3. Ajarkan Kontrol Pertama (First Touch)Lemparkan bola pelan ke arah anak, lalu minta ia menghentikannya dengan kaki bagian dalam. Ulangi hingga gerakannya terasa natural. First touch yang baik membantu anak menguasai bola sebelum bergerak atau menendang.
Jika sulit mencari teman latihan, dinding bisa menjadi “partner”. Minta anak menendang bola ke dinding lalu menerima kembali pantulannya. Latihan ini melatih akurasi, kekuatan, sekaligus timing.
5. Latihan Menendang ke TargetLetakkan kursi, kotak, atau area kecil sebagai target. Tantang anak menendang bola ke arah target dengan berbagai sudut. Ajarkan menendang menggunakan punggung kaki dan kaki bagian dalam — perlahan dulu, baru tambah tenaga.
Tekankan bahwa latihan bukan hanya soal menang. Ajarkan disiplin waktu, merapikan peralatan, memberi salam, dan menerima kesalahan dengan lapang dada. Nilai ini akan berguna seumur hidup.
7. Variasikan Latihan agar Tidak BosanSesekali tambahkan permainan: dribbling dengan waktu, relay kecil, atau mini game. Anak lebih mudah belajar saat merasa sedang bermain, bukan “dipaksa latihan”.
8. Catat Perkembangan Secara SederhanaCukup tulis di buku: sudah bisa apa, mana yang perlu diperbaiki. Melihat progres membuat anak semakin percaya diri dan termotivasi.
9. Pastikan Latihan Tetap AmanGunakan bola yang sesuai usia, ruang yang tidak licin, dan jauhkan benda pecah-belah. Keselamatan selalu nomor satu.