Senin, 15/12/2025 20:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menanam cabai di rumah kini semakin diminati, terutama di tengah harga cabai yang kerap melonjak. Salah satu cara paling praktis adalah menanam cabai di polibag karena tidak membutuhkan lahan luas dan dapat dilakukan di pekarangan rumah.
Metode tanam di polibag juga cocok bagi pemula karena perawatannya relatif mudah dan media tanam bisa dikontrol dengan baik. Selain hemat biaya, menanam cabai sendiri memberi kepuasan tersendiri karena hasil panen dapat langsung dimanfaatkan.
Langkah awal adalah memilih benih cabai yang berkualitas. Benih bisa diperoleh dari toko pertanian atau dari cabai segar yang sudah matang. Jika menggunakan cabai segar, pilih buah yang sehat, keringkan bijinya, lalu simpan di tempat kering sebelum disemai.
Benih yang baik akan meningkatkan peluang tumbuh dan menghasilkan tanaman yang kuat.
Mengapa Ular Masuk ke Pekarangan Rumah? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Cara Menanam Cabai dengan Sistem Hidroponik, Praktis dan Efektif
Cara Menanam Cabai di Rumah, Mudah untuk Pemula
Benih cabai sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke polibag besar. Gunakan media semai berupa campuran tanah halus dan pupuk kompos. Letakkan benih di permukaan tanah, tutup tipis, lalu siram secukupnya.
Simpan tempat semai di lokasi yang teduh dan lembap. Dalam waktu 7–14 hari, benih biasanya mulai tumbuh dan siap dipindahkan setelah memiliki 4–5 helai daun.
Gunakan polibag berukuran minimal 30 × 30 cm agar akar cabai dapat berkembang dengan baik. Media tanam ideal terdiri dari campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan seimbang.
Pastikan polibag memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan akar tidak membusuk.
Pindahkan bibit cabai yang sudah cukup besar ke polibag secara hati-hati agar akar tidak rusak. Tanam bibit di tengah polibag, kemudian padatkan tanah secara perlahan dan siram secukupnya.
Setelah dipindahkan, letakkan polibag di tempat yang terkena sinar matahari minimal 6 jam sehari.
5. Perawatan Tanaman CabaiPerawatan rutin sangat menentukan hasil panen. Siram tanaman cabai secara teratur, terutama saat cuaca panas, namun hindari penyiraman berlebihan. Berikan pupuk tambahan setiap 2–3 minggu untuk menunjang pertumbuhan dan pembungaan.
Selain itu, lakukan pemangkasan ringan pada tunas liar dan awasi serangan hama seperti kutu daun atau ulat agar tanaman tetap sehat.
Sebagai informasi tambahan, cabai umumnya mulai berbuah sekitar 2,5–3 bulan setelah tanam. Panen dapat dilakukan saat buah sudah berwarna hijau tua, kekuningan, atau merah sesuai kebutuhan. Pemetikan rutin justru merangsang tanaman menghasilkan buah lebih banyak.