Sabtu, 13/12/2025 23:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Universitas Brawijaya memberikan keringanan berupaya pembebasan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Rektor UB, Prof. Widodo, mengatakan pembebasan diberikan kepada puluhan mahasiswa UB yang terdata sejauh ini, sebagai bentuk empati kampus terhadap bencana yang menerjang tiga provinsi Sumatra tersebut.
"Yang terdampak jumlahnya yang kemarin kita cek sekitar 36 orang. Hanya yang di UB," kata Widodo saat ditemui di sela-sela kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges, sebagai rangkaian Dies Natalis ke-63 pada Sabtu (13/12) di Jakarta.
Selain pembebasan UKT, lanjut Widodo, Universitas Brawijaya juga memberikan bantuan biaya hidup (living cost) yang nominalnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing mahasiswa.
Pemulihan Sekolah Pascabencana Sumatra Tembus Rp1,2 Triliun
WHB Academy Berdayakan Tenaker Lokal Sumbang Korban Banjir Sumatra
Kemenkes Beri Layanan Kesehatan Gratis di Huntara Bencana Sumatra
"Tunjangannya sementara kita mengikuti besaran beasiswa yang diberikan KIP. Biar nanti teman-teman lain tidak terlalu berbeda," ujar dia.
Universitas Brawijaya juga turut menerjunkan relawan ke lokasi bencana, khususnya wilayah Agam, Sumatra Barat untuk membantu penanganan dan pemulihan pascabencana.
Widodo mengatakan relawan yang diterjunkan meliputi tim kesehatan, psikologi, serta tim yang berupaya membantu menangani masalah air bersih dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki UB.
"Untuk relawan yang terjun, itu nanti tentu menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat dan mendapatkan kredit SKS," Widodo menambahkan.