Rabu, 03/12/2025 16:51 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Para ulama se-Madura Raya, Jawa Timur mendorong Musytasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelesaikan polemik internal yang terjadi antara Syuriyah dan Tanfidziyyah PBNU.
Hal ini tercetus dalam kegiatan Silaturahmi Alim Ulama NU dan Pesantren Madura Raya di Ndalem Kasepuhan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, yang diprakarsai Rais Syuriyah PCNU Bangkalan, Kiai Muhammad Faishol Anwar.
Dalam siaran pers yang diterima Jurnas.com pada Rabu (3/12), para alim ulama se-Madura Raya menyatakan prihatin atas kondisi yang terjadi di lingkungan PBNU saat ini.
"Memasrahkan sepenuhnya penyelesaiannya kepada alim ulama khususnya musyatasyar dan sesepuh NU selaku pemegang otoritas tertinggi di Nahdlatul Ulama," demikian bunyi kesepakatan tersebut.
Aboe Bakar Temui Ulama Madura, Sepakat Sinergi Berantas Narkoba
Aboe Bakar: Tak Ada Sedikit Pun Niat Menghina dan Mendiskreditkan Ulama
Mendowngrade Mbah Bishri Syansuri demi Melegitimasi Keputusan Konyol
Selain itu, kiai dan ulama se-Madura Raya juga mengajak warga NU untuk tetap tenang, serta tetap mempererat ukhuwah nahdliyyah.
"Juga memperbanyak munajat kepada Allah SWT agar persoalan yang terjadi di PBNU segera memperoleh jalan keluar terbaik," para ulama menambahkan.
Diketahui, polemik di tubuh PBNU berawal dari keputusan Syuriyah PBNU memecat Yahya Cholil Staquf dari kursi Ketua Umum PBNU. Gus Yahya lantas menolak mundur, dan bersikukuh masih memegang mandat dari Muktamar PBNU sebelumnya.