Mitos atau Fakta: Masker Darah Haid Bikin Wajah Glowing?

Sabtu, 29/11/2025 20:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Media sosial muncul klaim bahwa darah menstruasi (haid) bisa membuat wajah bersinar (glowing), terutama jika darah haid disimpan atau dibalurkan ke wajah. Klaim ini sering dilempar tanpa dasar ilmiah yang jelas. Namun, benarkah ada efek glowing dari darah haid?

Pertama, secara biologis, darah haid adalah campuran sel darah, jaringan lepas, lendir, dan sisa lapisan rahim. Darah ini tidak dirancang tubuh untuk dipakai di luar fungsi reproduksi.

Dari perspektif medis dan dermatologi, tidak ada bukti ilmiah bahwa mengoleskan darah haid ke kulit memberikan manfaat kecantikan. Malah, tindakan seperti ini bisa menimbulkan risiko iritasi, infeksi, atau reaksi alergi.

Kedua, kulit manusia memerlukan perlindungan dari bakteri dan patogen. Darah, termasuk darah menstruasi, bisa menjadi media bagi bakteri jika tidak dikelola dengan higienis. Oleh karena itu, mengaplikasikan darah haid ke wajah tanpa proses sterilisasi adalah praktik yang sangat berisiko dari segi kebersihan dan kesehatan kulit.

Ketiga, kulit glowing secara ilmiah lebih dipengaruhi oleh faktor seperti hidrasi, perawatan kulit, nutrisi, pola hidup, dan genetik alih-alih substansi darah.

Produk skincare yang efektif bekerja melalui bahan aktif tertentu, misalnya vitamin, antioksidan, pelembap, dengan formula steril serta aman. Darah haid tidak termasuk dalam kategori itu.

Namun demikian, mitos ini tetap beredar luas di kalangan masyarakat yang kadang mencari cara instan tampil menarik. Alasan psikologis dan kepercayaan sering menjadi dasar penyebaran klaim tersebut.

Di era internet, mitos semacam ini bisa mudah viral. Sebaiknya kita bersikap kritis terhadap informasi seperti ini.

TERKINI
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir Bolehkah Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu? Di bawah CEO Baru, Disney PHK Ribuan Karyawan Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal