Kamis, 21/11/2024 15:23 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bertempat Gedung A Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelar pertemuan dan diskusi bersama para pegiat kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pertemuan ini dilakukan dalam rangka untuk mendukung dan membangun ekosistem kebudayaan yang dimiliki Indonesia, yaitu dengan menerima masukan, aspirasi, dan juga kritik.
"Intinya kita tidak ingin ada yang tertinggal lah gitu ya, termasuk nanti kita akan undang lagi dari tradisi, mungkin dari kalangan komedian, stand up komedi, dan dari juga sisi-sisi yang lain," ujar Menteri Fadli di Jakarta, Kamis (21/11/2024).
Lebih lanjut, Menteri Fadli juga mengatakan, Kementerian Kebudayaan yang baru berdiri ini dapat menjadi fasilitator para budayawan serta mendukung perkembangan kebudayaan Tanah Air.
Menbud Nilai Bandung Spirit Tetap Relevan jadi Kompas Moral Dunia
Belanda akan Kembalikan Arca Shiva dan Prasasti Damalung ke Indonesia
Gandeng UI, Kemenbud Himpun Masukan Terkait RUU Permuseuman
"Kami ini alat. Alat ini harus diperalat, supaya kebudayaan kita maju. Kami ingin bergerak bersama masyarakat, menyatukan semua elemen untuk memajukan kebudayaan nasional," kata Menteri Kebudayaan.
Diketahui, hingga 2024, jumlah warisan budaya tak benda Indonesia kini telah mencapai 2.213. Adapun 13 di antaranya sudah terdaftar di UNESCO, seperti Wayang, Keris, Batik, dan Gamelan.
Untuk itu, Menteri Kebudayaan berjanji untuk terus mengupayakan lebih banyak warisan budaya Indonesia ke UNESCO.
"Ini adalah langkah besar untuk memastikan bahwa kebudayaan Indonesia tidak hanya
dikenal di dalam negeri, tetapi juga di kancah dunia," kata dia.
Kemudian, pria yang sebelumnya merupakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014–2019 itu juga menyoroti fasilitas kebudayaan yang masih perlu dilakukan pembenahan dan perbaikan.
"Kita lihat kondisi fisik di taman-taman budaya atau museum-museum di daerah, itu memerlukan dukungan untuk perbaikan-perbaikan fisik," kata Fadli Zon.
Tentu yang sentuhan-sentuhan lah, saya lihat seperti contoh kemarin saya ke Jambi, sebenarnya hanya cukup beberapa sentuhan gitu ya, perbaikan-perbaikan dalam bangunan fisik struktur atap dan lain-lain gitu," ujar dia menambahkan.