Senin, 03/11/2025 12:26 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan asesmen dan pendampingan bagi korban tanah longsor di Dusun Banaran, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang terjadi pada Sabtu malam (1/11/2025).
Longsor dipicu hujan deras selama hampir delapan jam yang menyebabkan tebing setinggi 30 meter runtuh dan menimpa rumah milik Sarip (60). Empat anggota keluarganya meninggal dunia, sementara satu orang selamat dengan luka patah tulang kaki.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta memastikan Kemensos akan melakukan penanganan dan pendampingan.
"Kami sudah minta segera dilakukan asesmen, pendataan, serta verifikasi agar bantuan termasuk santunan dapat segera disalurkan kepada keluarga korban,” kata Gus Ipul di Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Gelisah Menuju Muktamar Ke-35 NU, Prabowo Harus Mereshuffle Gus Ipul
Kemensos-BPS Percepat Pembaruan DTSEN, Penyaluran Bansos Bakal Lebih Cepat
Mensos Ajak Kades se-Malang Hidupkan Puskesos dan Mutakhirkan Data
Berdasarkan hasil asesmen awal, Kemensos menyiapkan santunan ahli waris sebesar Rp 60 juta untuk empat korban meninggal dunia dan santunan Rp5 juta untuk satu korban luka.
Selain itu, Kemensos bersama pemerintah daerah, Tagana, BPBD, TNI-Polri, dan Basarnas telah melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan. Di antaranya evakuasi korban tertimbun, pencarian korban selamat, pendataan kerusakan rumah, serta pendistribusian bantuan kepada warga terdampak melalui gudang Induk.
Korban selamat atas nama Wiji (38) telah dievakuasi ke RSUD Trenggalek dan mendapat perawatan medis. Sementara evakuasi seluruh korban meninggal dunia telah selesai dan diserahkan oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan pascabencana berjalan cepat serta memastikan keluarga korban yang selamat mendapat pendampingan penuh,” kata Gus Ipul.
Hingga kini Kemensos terus melakukan pendataan lanjutan terhadap kerusakan rumah dan kebutuhan korban. Pemantauan terus dilakukan untuk memberikan perlindungan dan dukungan bagi para korban.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek bersama tim gabungan per Minggu (2/11/2025) telah menemukan seluruh korban tertimbun longsor. Proses pencarian sempat terkendala cuaca yang kurang kondusif dilokasi kejadian.
Upaya pencarian dan pertolongan berhasil menemukan 4 orang dalam kondisi meninggal dunia dan satu orang ditemukan dalam keadaan selamat. Korban selamat mengalami luka berat dan kini sudah mendapatkan perawatan kesehatan di Rumah Sakit terdekat.
BNPB mengimbau personel gabungan dan warga untuk berhati-hati dalam melakukan operasi di lapangan, khususnya antisipasi longsor susulan. Disebutkan, selain intensitas hujan yang tinggi, tanah longsor ini juga dipicu oleh kontur tanah yang labil. (*)