Sabtu, 01/11/2025 21:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dibuat takjub saat menyaksikan siswa tunanetra di Sekolah Luar Biasa (SLB)-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta memanfaatkan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP).
"Ternyata IFP dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk murid yang tidak bisa melihat akan tetapi cerdas dalam berpikir," kata Mendikdasmen bertepatan dengan Peluncuran Bulan Guru Nasional 2025 pada Jumat (31/10) kemarin.
Di tengah suasana penuh kegembiraan, Menteri Abdul Mu`ti berdialog dengan para murid mengenai pengalaman mereka selama belajar menggunakan IFP di kelas.
"Bagaimana belajarnya menggunakan IFP ini? Senang?" tanya Mendikdasmen yang langsung dijawab antusias secara serempak oleh para murid. Mereka satu-persatu menceritakan pengalamannya belajar menggunakan IFP.
Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar
Mendikdasmen Salurkan 1.577 IFP untuk Ribuan Sekolah di Sidoarjo
Kemendikdasmen Perbaiki 1.390 dan Bangun Tiga Sekolah di Jatim
Menurut Abdul Mu`ti, keberadaan IFP bertujuan untuk memudahkan pembelajaran semua murid, termasuk murid berkebutuhan khusus, seperti tunanetra, agar belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan.
Kepada para murid, Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa IFP merupakan program yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto agar proses belajar menjadi lebih menarik, memancing kreativitas, dan interaktif murid.
Oleh karena itu, dengan dukungan dari pemerintah dalam belajar, Menteri Mu’ti mengajak semua murid untuk berani bercita-cita tinggi dan mulia. "Mudah-mudah semua bisa tercapai dengan rajin belajar," ujar Menteri Mu’ti.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, yang turut serta dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru yang telah memberikan dedikasi dan pelayanan terbaik untuk mendidik para murid.
"Dengan dedikasi mereka, para murid ini mampu percaya diri dan menunjukkan kemampuannya," kata Himmatul.