Tafakur, Seni Merenung yang Menumbuhkan Kesadaran Spiritual

Senin, 27/10/2025 23:59 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Tafakur, sebuah seni merenung yang telah lama menjadi bagian penting dalam tradisi spiritual dan keseimbangan hidup, semakin relevan di tengah dunia yang serba sibuk dan bising. Seni merenung ini bisa dijadikan sebagai jeda yang menghidupkan kesadaran.

Dikutip dari laman Terasmuslim, sstilah tafakur berasal dari kata fakara yang berarti berpikir atau merenung secara mendalam. Dalam Islam, tafakur bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi perenungan hati terhadap ciptaan Allah SWT, nikmat, dan kebesaran-Nya.

Pentingnya tafakur dsinggung dalam Surah Ali Imran ayat 190–191. Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.’”

Ayat ini menegaskan bahwa tafakur adalah jalan untuk mengenal kebesaran Allah dan menumbuhkan ketundukan hati.

Rasulullah SAW pun menekankan pentingnya refleksi batin ini. Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Hibban disebutkan, “Berpikir sesaat lebih baik daripada ibadah setahun.” Pesan tersebut menyiratkan bahwa ibadah tanpa pemahaman tidak sebermakna perenungan yang membawa kesadaran spiritual.

Melalui tafakur, seorang muslim diajak mengenal dirinya dan Tuhannya. Kesadaran bahwa manusia hanyalah makhluk kecil di hadapan Sang Pencipta akan melahirkan sifat rendah hati, sabar, dan penuh syukur. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 20–21:

“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

Tafakur tidak hanya memperdalam iman, tetapi juga menumbuhkan ketenangan batin dan kejernihan berpikir. Di tengah derasnya arus informasi dan rutinitas yang melelahkan, praktik tafakur menjadi cara untuk kembali ke pusat kesadaran, tempat di mana manusia belajar memahami makna hidup, bukan sekadar menjalaninya. (*)

TERKINI
CENTOM Sebut Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Dewas