Senin, 29/09/2025 23:59 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sebuah bangunan di lingkungan Lembaga Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk atau roboh pada Senin (29/9) sore. Gedung dua setengah lantai yang berdiri tepat di atas masjid tersebut roboh seketika, menimpa sejumlah santri putra yang saat itu bersiap menunaikan salat Asar berjemaah.
Belasan ambulans diterjunkan untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat, sementara petugas gabungan bersama pihak keamanan pondok terus menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada korban tertinggal di bawah puing. Hingga kini, penyebab pasti insiden tragis tersebut masih dalam penyelidikan.
Lantas, apa saja sebenarnya penyebab umum bangunan bisa roboh? Dan bagaimana cara mencegah agar hal serupa tidak terjadi di tempat lain?
Dikutip dari laman Dinas PUPR Kota Aceh, setidaknya terdapat 5 penyebab umum mengapa bangunan bisa roboh.
1. Kelebihan Beban di Luar Kapasitas StrukturBangunan memiliki batas kemampuan dalam menahan beban. Ketika kapasitas ini dilampaui—misalnya rumah dijadikan gudang berat, atau balkon dipadati pengunjung tanpa perkuatan struktur—maka risiko kolaps meningkat drastis.
2. Kesalahan Manusia dalam Perencanaan & KonstruksiMulai dari kesalahan perhitungan teknis, adukan semen yang tidak sesuai standar, hingga penggunaan tenaga kerja tanpa pelatihan memadai—semuanya bisa menyebabkan struktur tidak mampu bertahan lama.
Kesalahan ini bisa terjadi di berbagai lini: dari insinyur, mandor, hingga pengembang yang mungkin memangkas biaya dengan mengorbankan kualitas.
3. Penggunaan Material Berkualitas RendahMaterial bangunan yang tidak sesuai spesifikasi bisa menjadi bom waktu. Beton yang mudah retak, besi berkarat, atau bata yang rapuh mempercepat kerusakan struktur, terutama jika dipadukan dengan proses pembangunan yang asal-asalan.
4. Pondasi Lemah karena Desain Tidak KomprehensifPondasi adalah penopang utama bangunan. Jika tidak dirancang dengan mempertimbangkan kondisi tanah, kedalaman yang cukup, dan beban di atasnya—risiko ambruk akan terus menghantui, bahkan pada bangunan baru.
5. Kurangnya Pengujian & Pemeliharaan BerkalaSering diabaikan, padahal pengujian kekuatan dan inspeksi berkala sangat penting, terutama untuk bangunan publik dan bertingkat. Seiring waktu, struktur bisa mengalami keretakan atau penurunan daya dukung tanpa disadari.
Bagaimana Mencegah Bangunan Roboh? 1. Audit Ketahanan GempaLakukan pemeriksaan apakah struktur bangunan tahan terhadap guncangan. Ini meliputi evaluasi desain, jenis tanah, pondasi, dan tata letak dinding. Pemerintah daerah biasanya menyediakan layanan audit seperti ini.
2. Perkuat Struktur melalui RenovasiJika ditemukan titik lemah, segera lakukan penguatan. Gunakan jasa profesional, jangan sembarangan mengganti elemen penting bangunan tanpa perhitungan teknis yang matang.
3. Lakukan Pemeliharaan RutinBangunan yang kuat sekalipun tetap butuh perawatan. Pastikan pengawasan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi retakan, kebocoran, atau pergeseran struktur sedini mungkin. (*)
Keyword : Penyebab bangunan robohBangunan ambruk