Jum'at, 29/08/2025 15:12 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Situasi aksi unjuk rasa di depan Mako Brimob Jakarta Pusat pada Jumat (29/8) semakin memanas. Massa aksi yang terdiri dari pengemudi ojek online (ojol) dan warga terus memadati lokasi.
Menurut pantauan Jurnas.com, suasana berubah ricuh ketika polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran yang mencoba memaksa mendobrak pintu gerbang Mako Brimob.
Tembakan gas air mata ini sontak membuat massa lari berhamburan mengamankan diri ke belakang.
Hingga berita ini diturunkan, beberapa demonstran tampak terpaksa dilarikan ke mobil ambulance akibat tembakan gas air mata. Ada pula yang harus dibawa ke rumah sakit terdekat.
Protes Pelarangan Aksi Palestina, Ribuan Orang Diperkirakan Turun ke London
Ojol Bakal Geruduk Istana hingga DPR, Desak Pencopotan Menhub Dudi
DPR Tunggu Keputusan Pemerintah Bentuk Tim Independen Unjuk Rasa Agustus
Diketahui, demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8) kemarin berakhir ricuh. Aksi saling berbalas lemparan batu dan kayu antara massa aksi dan polisi berlangsung hingga malam hari.
Kerusuhan kian kusut ketika kendaraan taktis (rantis) Brimob menggilas Affan Kurniawan, pengemudi ojol, hingga meninggal dunia.
Para pengemudi ojol yang turut terbawa emosi, mengejar rantis tersebut hingga ke Mako Brimob Jakarta Pusat. Aksi unjuk rasa pun beralih menjadi di kawasan Kwitang, Pasar Senen.