Sabtu, 23/08/2025 14:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Korupsi masih menjadi salah satu persoalan serius yang menghambat pembangunan di banyak negara.
Praktik penyalahgunaan kekuasaan demi keuntungan pribadi ini bukan hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Setiap tahun, Transparency International merilis Corruption Perceptions Index (CPI) yang mengukur tingkat persepsi korupsi di berbagai negara. Semakin rendah skor sebuah negara, semakin tinggi tingkat korupsinya.
Berdasarkan laporan terbaru, berikut 7 negara yang menempati posisi paling korup di dunia:1. Somalia
KPK Cecar Pegawai DJBC Soal Penerimaan Uang dalam Pengurusan Cukai
Hari ke-14 Operasional Haji: 81.992 Jemaah RI Diberangkatkan, 9 Orang Wafat
Impor Indonesia Capai USD19 Miliar di Maret 2026
Menempati peringkat terendah, Somalia masih bergulat dengan instabilitas politik, konflik, serta lemahnya institusi pemerintahan.
2. Suriah
Perang berkepanjangan membuat korupsi semakin mengakar di negeri ini. Transparansi dan akuntabilitas hampir tak berjalan.
3. Venezuela
Krisis ekonomi dan politik berkepanjangan menjadikan Venezuela salah satu negara dengan tingkat korupsi tertinggi.
4. Yaman
Konflik bersenjata dan krisis kemanusiaan turut memperparah kondisi pemerintahan dan memperbesar praktik korupsi.
5. Sudan Selatan
Negara termuda di dunia ini menghadapi tantangan besar berupa konflik internal, kemiskinan, dan pemerintahan yang lemah.
6. Afghanistan
Setelah kekuasaan diambil alih Taliban, indeks korupsi Afghanistan semakin memburuk, dengan lemahnya pengawasan hukum dan hak asasi manusia.
7. Korea Utara
Negara tertutup ini kerap dilaporkan memiliki praktik korupsi yang terstruktur, terutama di kalangan elit pemerintahan.
Meski tidak masuk dalam daftar tujuh besar negara paling korup, Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Dalam laporan CPI terbaru, Indonesia mencatat skor 34 dari 100 dan berada di peringkat menengah-bawah.
Skor ini menunjukkan bahwa praktik korupsi masih menjadi masalah yang signifikan, terutama di sektor birokrasi dan politik.
Pemberantasan korupsi terus menjadi perhatian publik di tanah air. Kasus besar yang melibatkan pejabat negara maupun kepala daerah menegaskan bahwa Indonesia masih punya pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan menegakkan integritas.