Jum'at, 27/09/2024 14:59 WIB
Madrid, Jurnas.com - Presiden Getafe, Angel Torres, mengkritik pemainnya sendiri, Christantus Uche, karena menyuarakan dugaan rasisme di La Liga. Hal ini cukup miris di tengah suburnya berbagai kasus rasisme di sepak bola Spanyol.
Menurut laporan The Athletic, Torres mengkritik Uche karena menentang rasisme yang dia alami sejak bergabung dengan klub dari Cueta. Torres menilai bahwa pemain Nigeria itu sebenarnya tak memahami ujaran rasisme penonton.
"Dia tidak mengerti. Bagaimana dia bisa mengatakannya? Dia tidak bisa mengatakannya. Saya pikir Anda harus lebih benar dan menghormati hal-hal tersebut," kata Torres dikutip dari Goal pada Jumat (27/9).
"Jika dia sudah menghabiskan satu tahun di sini, dua tahun, dan dia mengerti bahasa Spanyol, dia bisa mengatakan apa yang dia mau. Namun, sekarang kami berharap komite terkait memahaminya dan itu hanya sekadar peringatan," dia menambahkan.
Barcelona Curi Poin Penuh di Kandang Athletic
Alvaro Arbeloa Akui Serangan Osasuna Lebih Efektif
Arbeloa Akui Real Madrid Masih Banyak Kekurangan
Dalam wawancara dengan ESPN, Uche mengatakan bahwa para penggemar memanggilnya "orang kulit hitam ini, orang kulit hitam itu". Selain itu, dia merasa wasit sering mengabaikan protesnya saat dia dilanggar.
"Saya tidak ingin menyalahkan atau (mengatakan) orang yang mewawancarainya adalah satu-satunya yang harus disalahkan, tetapi mulai sekarang yang harus dia (Uche) lakukan adalah tidak berbicara," ujar Torres.
Rasisme masih subur di La Liga. Penyerang Real Madrid, Vinicius Jr berulang kali menjadi sasaran ejekan keji dari penonton. Minggu ini, seorang penggemar yang melecehkan Vinicius Jr dan Samu Chukwueze dari Villarreal dijatuhi hukuman penjara satu tahun dan larangan masuk stadion selama tiga tahun.
Keyword : GetafeRasismeLa LigaChristantus Uche