Senin, 16/09/2024 15:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Istana Kepresidenan merespons sindirian dari Ketua KPK sementara Nawawi Pomolango bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih mudah bertemu organisasi kemasyarakatan (Ormas) ketimbang pimpinan lembaga antirasuah.
Presiden Jokowi disebut tidak pernah membatasi untuk bertemu dengan pihak manapun. Jokowi disebut selalu terbuka, termasuk dengan pimpinan KPK.
"Tapi, Presiden juga ingin menghormati dan menjaga marwah KPK sebagai institusi yang independen," kata Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dalam keterangannya, Senin 16 September 2024.
Ari juga memastikan koordinasi antara pemerintah dengan KPK untuk aksi pencegahan dam pemberantasan korupsi sejauh ini berjalan dengan baik.
KPK Sudah Koordinasi dengan Kejagung soal Supervisi Kasus Febrie
Ketua DPR Soal Safari Politik Jokowi: Hak Semua Warga Negara
Makna Prosesi Adat Lampung Injak Kepala Kerbau oleh Jokowi
Pemerintah melalui Menko Polhukam menurutnya telah melakukan koordinasi yang intens dengan KPK. Apabila Jokowi kerap bertemu dengan KPK, maka muncul kekhawatiran terkait pandangan sejumlah pihak yang menyebut Presiden mengintervensi KPK.
"Jangan sampai pertemuan-pertemuan antara Presiden dan KPK kemudian disalahpersepsikan sebagai intervensi," ujar Ari.
Ketua KPK sementara Nawawi Pomolango sebelumnya menyindir Presiden Jokowi lantaran KPK merasa sangat sulit untuk berkoordinasi dan bertemu. Nawawi pun berkelakar bahwa ormas lebih mudah bertemu dengan Jokowi.
Nawawi mengaku presiden tidak pernah mengundang dirinya untuk membicarakan KPK. Nawawi menyebut baru sekali bertemu dengan Presiden.
Keyword : Ketua KPK Nawawi Pomolango Presiden Jokowi Joko Widodo