Minggu, 14/05/2017 13:53 WIB
Jakarta - Seperti yang diberitakan di berbagai media baik dalam maupun luar negeri, terjadi serangan siber di beberapa negara termasuk Indonesia. Serangan siber yang menyerang tersebut berjenis ransomware.
Ransomware dalah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer-komputer dengan meng-encrypt atau mengunci semua data yang ada, sehingga tidak dapat diakses lagi.
Tahun ini jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan akan memakan banyak korban. Ransomware terbaru ini disebut Wannacry, dan mengincar PC yang berbasis sistem Windows terutama Windows 2008 dan pendahulunya.
Dalam konferensi pers yang digelar Kominfo pada Minggu (14/05), masih belum diketahui motif serta pihak-pihak dibalik serangan siber tersebut, namun yang pasti Kominfo menghimbau agar melakukan pencegahan sesuai dengan yang telah dikeluarkan oleh pihaknya.
KPK Geledah Rumah Kadis Kominfo Madiun, Sita BBE dan Dokumen
Budi Arie Bantah Terima 50 Persen Dari Pengamanan Situs Judol
Disebut Dapat Komisi 50 Persen, Status Budi Arie Jadi Wewenang Polda Metro
"Sejujurnya masih belum tahu motifnya apa, malware ini tidak hanya menyerang critical source, menurut laporan terbaru pabrik Nissan Inggris juga sudah terkena malware ini," jelas menteri Kominfo Rudiantara.
Menteri Rudi menambahkan bahwa pihaknya dan seluruh engineer IT di dunia sedang bekerja mencari cara untuk mengatasi persoalan ini. "Tidak hanya di Indonesia seluruh dunia juga masih berusaha mencari tahu, dan mencari antivirus untuk malware ini," jelasnya.
Keyword : Ramsomware Wannacry Rudiantoro Kominfo