Senin, 08/05/2017 02:42 WIB
Jakarta - Emmanuel Macron terpilih sebagai Presiden Prancis pada Minggu (7/5) waktu setempat dengan jumlah suara 65,1 mengalahkan pemimpin kanan Marine Le Pen.
Mantan Bankir investasi 39 tahun bertugas selama dua tahun sebagai menteri ekonomi namun, sebelumnya ia tidak pernah memegang jabatan terpilih. Sekarang menjadi pemimpin termuda Prancis sejak Napoleon atau pembentukan republik Prancis modern.
Dilansir The Irish Time, Marcon merupakan presiden non-partai pertama, dan kemampuannya dalam pemerintahan akan bergantung pada hasil pemilihan legislatif bulan depan.
Macron memenangkan 65,1 persen menurut sebuah proyeksi yang diumumkan oleh televisi Prancis 2 pada jam 8 malam waktu Prancis (pukul 7 malam waktu Irlandia) pada Minggu (7/4), semantara Le Pen tertinggal 34,9 persen.
Temui Macron, Prabowo Bahas Kerja Sama Militer Indonesia-Prancis
Trump Ejek Macron, Anggap Presiden Prancis Suami Takut Istri
Prancis Beri Dukungan Militer ke Lebanon usai Diserang Israel
Jumlah pemilih diperkirakan 74 persen, yang terendah di putaran kedua pemilihan presiden Prancis sejak 1969. "Sebuah lembaran baru dalam sejarah panjang kami telah berubah malam ini," kata Macron usai melihat hasil pemungutan suara
Kemenangan tersebut menunjukkan mayoritas rakyat Prancis ingin bersatu di sekitar "nilai-nilai republik" dan untuk menunjukkan keterikatan mereka kepada Uni Eropa, kata Hollande dalam sebuah pernyataan. Le Pen mengakui kekalahan tak berselang lama setelah proyeksi diumumkan. Ia kemudian mengucapkan selamat kepada Marco
Keyword : Pemilu Prancis Emmanuel Macron Le Pen