Rabu, 26/06/2024 22:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komisi I DPR RI akan menggelar rapat terkait serangan siber Ransomware yang mengganggu server Pusat Data Nasional (PDN) besok. Persoalan ini akan dibahas bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Kita akan menanti penjelasan lanjutan kemarin kan singkat ya dari pemerintah lebih kepada press release. Jadi, Kamis insyaallah kita akan panggil, baik Kominfo dan juga BSSN,” kata Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid kepada wartawan, Jakarta, Rabu (26/6).
Meutya menyebut pihaknya memanggil langsung Menkominfo Budi Arie Setiadi dan jajaran BSSN.
Respons Demo, Menkomdigi Ajak Jaga Ketertiban dan Kualitas Ruang Digital
Jaga Daya Beli, Legislator Minta APBN 2027 Berpihak pada Kelas Menengah
Anggota DPR: Kenaikan BBM Non-Subsidi Gerus Daya Beli Kelas Menengah
“Jadi Menkominfo beserta perangkat dan BSSN,” ujar dia.
Meutya masih enggan berkomentar lebih lanjut mengenai polemik data di PDN. Dia berjanji akan membuka secara gamblang persoalan tersebut setelah menerima penjelasan resmi dari Kominfo dan BSSN.
“Jadi kita belum bisa komentar banyak, selengkapnya dari penjelasan dari pemerintah kita tunggu saja. Lebih dalam. Kalau dari kemarin kan kami belum bisa memutuskan juga langkah-langkah yang kita sarankan sebagai Komisi I apa ya,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengonfirmasi ada permintaan uang tebusan dari peretas PDN. Budi mengatakan jumlah tebusan yang diminta mencapai USD8 juta.
“Menurut tim, (uang tebusan) 8 juta dolar,” ujar Budi Arie beberapa waktu lalu.
Keyword : Warta DPR Komisi I serangan siber Meutya Hafid Kominfo BSSN