Kamis, 04/05/2017 14:43 WIB
San Fransisco – Maraknya peredaran video-video kekerasan, dan adanya tekanan dari berbagai pihak terkait penyebaran video tersebut, mendorong media sosial Facebook Inc mencoba melakukan perbaikan. Karena piranti lunak otomatis saja tidak cukup, Facebook bakal merekrut sekitar 3.000 pegawai baru sampai tahun depan untuk mempercepat pencabutan video-video pembunuhan, bunuh diri dan kekerasan lainnya.
Ini menjadi langkah paling dramatis yang diambil FB untuk memerangi ancaman terbesar kepada citra media sosial. Rekrutmen besar-besaran yang diumumkan Kepala Eksekutif Mark Zuckerberg, Rabu (5/4) waktu AS.
Masalah penyebaran viceo kekerasan semakin menekan sejak pengenalan Facebook Live tahun lalu yang merupakan layanan yang memungkinkan 1,9 miliar pengguna Facebook bisa menggunakannya untuk menyiarkan ragam video. Beberapa kekerasan di Facebook pun menjadi tak terelakkan, namun perusahaan media sosial ini dinilai lambat meresponnya.
Pekan ini, Parlemen Inggris menuduh perusahaan-perusahaan jejaring media sosial termasuk Facebook bekerja secara memalukan dalam mencabut materi kekerasan terhadap anak dan material-material ilegal lainnya. Sementara di Jerman, FB ditekan untuk cepat dan akurat dalam menghapus ujaran kebencian ilegal dan memerangi apa yang disebut berita bohong. Bahkan parlemen Jerman mengenakan denda jika FB tidak menghapus 70 persen posting-posting meresahkan dalam jangka waktu 24 jam. Ant/Reuters.
Hingga 18 Mei 2025, Pemerintah Telah Tangani 380 Ribu Konten Pornografi
Pimpinan Komisi III Kecam Kasus Fantasi Sedarah: Tegakan Hukum Tanpa Kompromi
Gerak Cepat Polisi Tangkap Pelaku Grup Inses Diapresiasi
Keyword : Facebook berita palsu video kekerasan