Sabtu, 18/05/2024 21:42 WIB
London, Jurnas.com - Mauricio Pochettino mengakui bahwa dirinya sempat mengalami momen-momen sulit yang membuatnya frustasi sebagai pelatih Chelsea. Dia juga pernah khawatir akan dipecat oleh manajemen The Blues.
Titik terendah itu terjadi pada Februari lalu, ketika Chelsea kalah memalukan 4-2 atas Wolverhampton di kandang. Kekalahan ini juga diperparah nyanyian dan ejek fans di Stamford Bridge.
Kemarahan publik kian menjadi-jadi usai istri Thiago Silva, Belle, melalui akun media sosialnya menyerukan pemecatan Pochettino. Dikatakan, klub akan menderita jika mempertahankan pelatih Argentina itu lebih lama.
"Jujur saja? Setelah Wolves. Ingat juga apa yang terjadi setelahnya? Kami sendirian di sana setelah pertandingan, menunggu selama dua jam," kata Pochettino dikutip dari Goal pada Sabtu (18/5).
Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United
Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions
Dua Assist Lagi, Bruno Fernandes Akan Ukir Sejarah Baru di Premier League
"Sudah lama setelah pertandingan kami berada di sana, saling mengawasi, lima staf pelatih, di ruangan yang sangat kecil. Kami lebih sedih. Itu adalah situasi tidak adil yang tidak pantas kami terima, namun hasilnya membuat kami kecewa," ujar dia.
Namun, meski mengawali musim dengan buruk, kini Chelsea sukses membalikkan keadaan. Menyusul bugarnya sejumlah pemain kunci, Pochettino mengangkat prestasi tim di klasemen sementara hingga bertengger di posisi ke-6.
Chelsea yang mengoleksi 60 poin sejauh ini, masih berpeluang merebut posisi kelima atau zona Liga Europa musim depan dari tangan Tottenham Hotspurs, yang akan melakoni laga tandang kontra Sheffield United pada Minggu (19/5) malam.
Keyword : Mauricio Pochettino Chelsea Liga Inggris