Jum'at, 17/05/2024 19:42 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi melayangkan teguran keras kepada Garuda Indonesia menyusul insiden kerusakan mesin pada pesawat Boeing 747-400 yang mengangkut jemaah calon haji Kloter 5 Embarkasi Makassar (UPG-05), pada Rabu (15/5) kemarin.
Peristiwa ini, menurut Ashabul Kahfi, menjadi sorotan serius terhadap aspek keamanan dan keselamatan penerbangan Garuda Indonesia, khususnya dalam operasional penerbangan haji yang krusial.
Politisi Fraksi PAN ini mengkritik keras keputusan maskapai penerbangan nasional ini menyewa pesawat tua seperti Boeing 747-400 untuk misi penting tersebut. Padahal, kata Kahfi, maskapai Garuda sendiri sudah memensiunkan seluruh armada Boeing 747-400 miliknya sejak tahun 2017
Lasarus: Pembangunan Pesisir Harus Lindungi Nelayan dan Lingkungan
Polri Usut Mega Korupsi, DPR: Jangan Ada Motif Politik
Komisi III Dukung Polri Usut Korupsi DMO Batu Bara
“Milik sendiri sudah tidak dipakai, kok malah sewa pesawat berjenis sama. Keselamatan jemaah haji seharusnya menjadi prioritas utama. Saya sudah ingatkan saat pelepasan jamaah,” tegas Ashabul Kahfi dalam keterangannya, Jumat (17/5).
Lebih lanjut, ia menuntut Garuda Indonesia untuk melakukan investigasi menyeluruh dan menyampaikan hasil investigasi secara transparan kepada publik.
“Bukan hanya mengganti mesin yang rusak, Garuda Indonesia juga perlu mengkaji ulang dan memperbarui armadanya dengan pesawat yang memenuhi standar keselamatan terbaru,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Ashabul Kahfi juga mendesak Garuda Indonesia untuk segera menerapkan langkah-langkah perbaikan dan peningkatan dalam sistem manajemen keselamatannya.
“Keselamatan jemaah haji tidak boleh dikompromikan. Kami harapkan Garuda Indonesia dapat mengambil tindakan nyata dan mematuhi sepenuhnya standar keselamatan penerbangan internasional,” tegasnya.
Legislator Dapil Sulawesi Selatan I ini berharap Garuda Indonesia menggarisbawahi urgensi perbaikan dalam pengelolaan keselamatan penerbangannya. Investasi dalam armada yang lebih baru dan lebih aman menjadi keharusan demi memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah haji di masa depan.