Rabu, 08/05/2024 17:04 WIB
Paris, Jurnas.com - Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, tampak kehilangan kesabaran aat meladeni pertanyaan awak media pasca timnya gugur di semifinal Liga Champions di tangan Borussia Dortmund.
PSG kalah agregat 2-0 atas wakil Jerman, sehingga harus puas mengakhiri Liga Champions musim ini di peringkat empat besar. Dan kekalahan raksasa Prancis juga memicu pertanyaan nasib pelatih Luis Enrique. Hal ini tidak disukai Al-Khelaifi.
"Pertanyaan macam apa ini? Sejujurnya, apa Anda tahu dan mengerti sepak bola? Kami sedang membangun proyek jangka panjang dengan skuat termuda di Eropa, masa depan akan cerah," kata Al-Khelaifi dikutip dari Goal pada Rabu (8/5).
Meski mencatatkan 44 percobaan di kedua leg, upaya PSG digagalkan oleh pertahanan Dortmund. Total, PSG melepaskan enam tembakan yang sayangnya membentur tiang gawang.
Bradley Barcola Disarankan Gabung Arsenal Musim Panas Ini
Ferran Torres Tolak Rumor Transfer ke PSG
Perayaan PSG Juara di Paris Berubah Menjadi Kericuhan
Al-Khelaifi mengakui ketangguhan Dortmund, namun mengatakan timnya pantas mendapatkan keberuntungan yang lebih baik karena pasukannya adalah tim yang lebih dominan selama 180 menit.
"Kami sangat kecewa dan sedih dengan hasil ini. Saya pikir kami pantas mendapatkan yang lebih baik. Secara total, tendangan kami membentur tiang sebanyak empat kali malam ini dan dua kali minggu lalu, bola tidak mau untuk masuk. Itu sulit," ujar dia.
Meski keok di Liga Champions, Al-Khelaifi masih bisa menikmati kejayaan di pentas domestik. PSG sudah dinyatakan sebagai juara Ligue 1 musim ini pada akhir April lalu.
Keyword : Paris Saint-Germain PSG Nasser Al-Khelaifi Luis Enrique