Selasa, 23/01/2024 07:05 WIB
JAKARTA - Seniman dan pembuat film Palestina-Amerika pemenang penghargaan Emily Jacir mengatakan kepada Democracy Now, sebuah program berita AS, bahwa dia seharusnya memberikan ceramah di Universitas Berlin pada bulan Oktober tahun lalu tetapi diputuskan untuk membatalkannya karena “lebih waktu damai”.
Emily Jacir mengatakan ini adalah salah satu cara untuk mencegah orang-orang Palestina “berbicara dan menyampaikan kata-kata dan tindakan kami ketika sekarang adalah waktu yang tepat untuk berbicara”.
Emily Jacir mengecam pola “pelecehan, kampanye kotor yang tidak berdasar, pembatalan pertunjukan, pembatalan pembicaraan” yang dilakukan terhadap seniman Palestina di Jerman dan di seluruh dunia.
“Ini merupakan bagian dari gerakan yang terkoordinasi,” katanya, menghubungkan sensor global terhadap suara-suara Palestina dengan kekerasan “penghancuran budaya yang ditargetkan di Gaza”, yang disebutnya sebagai “bagian dari genosida”.
Industri Manufaktur Kehilangan 177 Ribu Pekerjaan Sepanjang 2025
Israel Bangun 12.000 Unit Rumah Baru di Tepi Barat, Ini Respons Hamas
Serangan Bengis Israel di Gaza Tewaskan Bocah 10 Tahun
Jerman Hapus Persyaratan Izin Tinggal Warga Israel
Warga negara Israel yang tinggal di Jerman kini dapat tinggal di negara tersebut hingga 26 April tanpa harus mengajukan izin tinggal atau perpanjangan masa tinggal bebas visa, menurut Kementerian Dalam Negeri Jerman.
Warga negara Israel dapat tinggal di Jerman selama 90 hari tanpa visa.
Artinya, warga Israel yang tiba di Israel tepat setelah tanggal 7 Oktober seharusnya mengajukan permohonan perpanjangan.
“Ini adalah bantuan yang pragmatis dan tidak birokratis bagi orang-orang yang ingin kami dukung dalam situasi sulit ini,” kata Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser. (*)
Keyword : Israel Teroris Emily Jacir Palestina Jerman