Rabu, 29/11/2023 22:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M di Arab Saudi.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Ditjen PHU Kemenag, Subhan Cholid, mengatakan nantinya jemaah haji Indonesia akan tinggal di Arab Saudi selama lebih kurang 41 hari. Selama sembilan hari di Madinah dan sisanya di Mekah.
"Tim akan mempersiapkan hotel jemaah baik di Mekah dan Madinah," kata Subhan dilansir dari laman Ditjen PHU Kemenag pada Rabu (29/11).
Untuk layanan katering, jemaah haji akan mendapat 127 kali makan, terdiri dari: 27 kali makan di Madinah, 84 kali makan di Mekah, 15 kali makan selama di Arafah dan Mina (Armuzna), satu kali snack berat di Muzdalifah, dan satu kali makan di Bandara Saudi (Jeddah atau Madinah).
Dewas KPK Klarifikasi Pihak Pelapor soal Pengalihan Penahanan Yaqut Cholil
Menhaj Usulkan Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Jadi Rp8,46 Triliun
Saudi Berlakukan Aturan Baru Masuk Makkah jelang Musim Haji
"Tim akan menyiapkan pengadaan dapur penyedian layanan haji di Arab Saudi. Mereka harus dapat menyiapkan makanan bercita rasa nusantara," papar Subhan.
Selain akomodasi dan katering, jemaah haji Indonesia juga akan mendapat layanan transportasi. Ada tiga jenis layanan transportasi. Pertama, layanan dari bandara Madinah ke hotel di Madinah (dan sebaliknya). Kedua, layanan bus antar kota dari Madinah ke Mekah (dan sebaliknya). Ketiga, layanan dari bandara Jeddah ke hotel di Mekah (dan sebaliknya). Keempat, layanan bus salawat.
“Tim transportasi akan menyiapkan pengadaan armada bus yang digunakan jemaah haji Indonesia. Kita sudah rumuskan sejumlah spesifikasi kendarannya, termasuk usia tahun pembuatan maksimal 5 tahun,” tegasnya.
“Tim akomodasi, katering, dan transportasi akan bertugas lebih kurang 30 hari di Arab Saudi. Semoga proses pengadaan layanan bisa berjalan lancar dan optimal,” tutup dia.
Keyword : Ibadah HajiKementerian AgamaDitjen PHU