Rektor Untar: PTS Terakreditasi Unggul Harusnya Dapat Keistimewaan

Rabu, 27/12/2023 18:13 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Rektor Universitas Tarumanagara (Untar), Agustinus Purna Irawan menilai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan akreditasi unggul, seharusnya memperoleh keistimewaan dari level akreditasi lainnya.

Dia menyontohkan, ketika PTS akreditasi unggul akan membuka program studi (prodi) baru, prosedurnya sama dengan PTS lain dengan akreditasi baik. Dengan demikian, predikat akreditasi unggul menjadi percuma.

"Nah harusnya ada sesuatu yang lebih. Contoh PTS akreditasi unggul kalau dia dipercaya (membuka prodi baru), harusnya kepercayaan itu ada," kata Agustinus dalam kegiata Media Gathering Untar beberapa waktu lalu di BSD, Tangerang Selatan, Banten.

Idealnya, lanjut Agustinus, PTS dengan akreditasi unggul diberikan kesempatan mengembangkan diri lebih lanjut dalam hal membuka prodi baru. Prosedurnya pun seharusnya hanya sekadar melapor, lalu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengeluarkan Surat Keputusan (SK).

"Kalau tidak begitu, prodi baru yang kreatif keunggulannya dari PTS tidak akan bisa keluar. Prosesnya sama juga," imbuh dia.

Insentif lain bagi PTS terakreditasi unggul juga tidak ada menurut Agustinus. Satu-satunya keuntungan PTS apabila memiliki akreditasi unggul hanyalah untuk sarana promosi menggaet mahasiswa baru.

Kalau tidak ada insentif, apresiasi tertentu selain digunakan promosi ya sebenarnya tidak terlalu ada gunanya," tutur dia.

Apalagi pemerintah menetapkan keuntungan dan keistimewaan tertentu bagi PTS terakreditasi unggul, Agustinus yakin PTS lainnya yang belum terakreditasi maupun terakreditasi baik akan berupaya mencapai akreditasi yang lebih tinggi.

"Artinya mereka kerja keras memenuhi standar. Karena untuk akreditasi unggul harus unggul di semua bidang," tutup dia.

TERKINI
Bolehkah Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu? Gelombang Panas Ekstrem, Prediksi Cuaca Akurat Bisa Selamatkan Ribuan Nyawa MUI Ingatkan Potensi Percaloan di Balik Wacana War Tiket Haji Kenaikan Tarif Pesawat Jangan Sampai Membebani Masyarakat