Selasa, 18/04/2017 06:18 WIB
Mosul – Manar Mahmoud merupakan satu dari sekian banyak anak di Mosul, Irak yang akhirnya bisa merasakan nikmatnya mengenyam pendidikan. Kesempatan itu didapat setelah pasukan pemerintah berhasil mengusir kelompok radikal ISIS di kawasan tersebut.
Manar bertahun-tahun tidak dapat bersekolah akibat ulah kelompok pemberontak di Irak. Baku tembak dan bom yang kerap kali terjadi membuat gadis 13 tahun ini dan anak-anak lainnya harus diam di rumah.
“Kami ingin belajar, kami tidak ingin bodoh,” kata Manar dikutip dari Reuters, Senin (17/4).
Pasukan ISIS mulai memasuki Mosul pada JUni 2014 silam. Meskipun gedung-gedung sekolah tidak dihancurkan, anak-anak Irak dipaksa bersekolah dan diajarkan doktrin jihad ala kelompok radikal. Bahkan, buku-buku yang tidak satu ideologi dengan ISIS dibakar tak tersisa.
Australia Amankan Pasokan 100 Juta Liter Diesel dari Brunei dan Korsel
Terancam Krisis Avtur, Uni Eropa Siapkan Rencana Darurat
Mengenal Fenomena Puber Kedua, Benarkah Faktor Biologis?
“Mereka buruk sekali. Mereka mengajarkan kami tentang jihad dan bagaimana cara melawan musuh,” tambah Manar.