Amerika Tidak Akan Tolerir Percobaan Nuklir dan Misil Korea Utara

Senin, 17/04/2017 16:30 WIB

Seoul - Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence pada Minggu (16/04) kemarin menyatakan tidak lagi akan mentolerir kegiatan percobaan nuklir dan misil Korea Utara. Pence dan Presiden sementara Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn merilis pernyataan sehari setelah gagalnya tes misil Korut, dan mengutarakan akan memperkuat sistem anti misilnya dengan mempercepat pemasangan sistem pertahanan THAAD.

Reuterse melaporkan, Pence sendiri sedang berada dalam tur untuk meningkatkan hubungan sekutu dengan empat negara Asia, dan untuk menunjukkan pada lawan bahwa pemerintahan Amerika tidak akan meninggalkan para sekutunya.

Pence bahkan memperingatkan Korut untuk menghentikan percobaan misilnya, "hanya dalam dua minggu terakhir, dunia telah menyaksikan kekuatan serta keseriusan peresiden baru kami dengan kebijakan yang di ambil terhadap Suriah dan Afganistan. Korut sebaiknya tidak menguji kesabaran kami dan membuat mereka merasakan tekad serta kekuatan angkatan bersenjata Amerika Serikat."

Kantor berita Korea Utara KCNA pada Senin mengirimkan surat dukungan Presiden Korut Kim Jong Un terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad, "saya mengungkapkan dukungan serta aliansi untuk pemerintah dan rakyat suriah dan mengutuk tindakan invasif yang baru-baru ini dilakukan oleh AS terhadap negara anda," tuli Kim Jong Un.

Pada kunjungannya di perbatasan Korsel dan Korut, Pence menegaskan bahwa kesabaran Amerika terhadap Pyongyang telah usai. Ia juga mengatakan bahwa AS akan berdiri bersama dengan sekutunya Korea Selatan untuk menciptakan perdamaian di wilayah tersebut.

TERKINI
Netanyahu Pertimbangkan Risiko Serangan Rafah karena Hadapi Dilema Penyanderaan Thailand akan Rekriminalisasi Ganja, Perdana Menteri Janji Bersikap Keras terhadap Narkoba Gerakan Mahasiswa Indonesia Bisa Lahirkan Kesadaran Global bagi Kemerdekaan Palestina Auditor BPK Diduga Minta Rp12 Miliar Agar Kementam Dapat WTP