Novel Diteror, Lemahkan KPK atau Pengalihan Isu?

Rabu, 12/04/2017 16:59 WIB

Jakarta - Teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menuai kontroversi dan spekulasi di masyarakat. Dimana, teror itu dianggap antara melemahkan KPK atau pengalihan isu.

Anggota Komisi III DPR Daeng Muhamad mengatakan, aparat penegak hukum harus mengungkap apakah insiden teror tersebut untuk melemahkan KPK atau hanya untuk mengalihkan isu.

"Apakah ini melemahkan KPK atau pengalihan isu, kita tunggu hasil penyelidikan penegak hukum," kata Daeng, kepada Jurnas.com, Jakarta, Rabu (12/4).

Soal motif teror tersebut, Daeng menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut sampai jelas siapa pelaku dan aktor intelektual kasus itu.

"Biar terbuka ke publik apa motif dari pelaku. Karena kita tidak bisa berandai-andai. Saya tidak bisa pastikan, tapi ini harus diungkap agar dapat dibuka motifnya," tegasnya.

Ia berharap, peristiwa teror itu bukan untuk melemahkan KPK, tapi mampu semakin memperkuat kinerja dalam pemberantasan korupsi. "Bahwa peristiwa teror ini mampu membuat terbuka mata kita bahwa ada orang orang yang ingin penegakan hukum kita melemah," tegasnya.

"Prinsipnya saya mengecam teror terhadap penegak hukum kita. Kalau ini dibiarkan apapun alasannya pelaku maka menjadi preseden buruk buat penegakan hukum kita," kata politikus PAN itu.

TERKINI
Agen Mohamed Salah Bantah Telah Sepakat dengan Besiktas Arsenal Siap Lepas Gabriel Jesus, AC Milan Jadi Peminat Terdepan Hari Ini, Harga Cabai Rawit Capai Rp57.250 per Kilogram Legenda Liverpool Sebut Barcola Pemain yang Cocok Gantikan Mohamed Salah