Teror KPK Tindakan Keji, Tangkap dan Hukum

Rabu, 12/04/2017 15:33 WIB

Jakarta - Sejumlah pihak mengecam aksi teror fisik terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan memakai air keras.

Salah satu kecaman datang dari politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid. Menurutnya, tindakan itu sangat tidak manusiawi dan menciderai penegakkan hukum.

Untuk itu, kata Jazilul, teror tersebut tidak bisa ditolerir. "Itu tindakan keji. Segera ungkap, tangkap dan hukum pelakunya," kata Jazilul, kepada Jurnas.com, Jakarta, Rabu (12/4).

Terlepas apapun itu motif dari penyerangan tersebut, menurutnya, aparat penegak hukum harus segera bertindak cepat untuk mengungkap pelalu dan aktor utama di balik tindak kejahatan tersebut. "Motif apapun itu tindakan keji," tegasnya.

Diketahui, peristiwa kekerasan itu menimpa Novel usai mengikuti sholat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya, Jl Deposito T no8 Rt/Rw 3/10 Pegangsaan 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara pagi tadi. Dimana saat itu dua orang yang menggunakan sepeda motor menghadangnya dan langsung menyiramkan air keras ke wajahnya.

Akibatnya, dua kelopak mata dan kening Novel mengalami luka serius. Novel kemudian langsung dilarikan ke RS Mitra Kelapa Gading untuk menjalani perawatan. Sampai saat ini Novel dirawat intensif di ruang ICU RS Mitra Keluarga Kepala Gading.

TERKINI
Berbagai Peristiwa Bersejarah Tanggal 7 Juni dari Masa ke Masa Mengapa Hari Peduli Sedunia Diperingati Setiap 7 Juni? Mengapa Bulan Muharram Disebut Bulan Allah? Hari Keamanan Pangan Sedunia Diperingati Setiap 7 Juni, Ini Sejarahnya