Bagi KPK, Teror jadi Sarapan Pagi

Rabu, 12/04/2017 00:23 WIB

Jakarta - Aksi teror terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap sudah menjadi hal yang biasa. Tidak heran jika penyidik KPK Novel Baswedan mendapat teror serangan fisik dengan disiram air keras.

Demikian disampaikan mantan Ketua KPK Abraham Samad, usai menjenguk Novel Baswedan, di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4).

Menurutnya, dari mulai pimpinan KPK, penyidik, hingga pegawai sudah kebal dengan aksi teroro yang terus menghantam. "Bagi KPK, teror itu sudah sarapan pagi," kata Samad.

Bahkan, kata Samad, meski sudah tidak menjabat sebagai pimpinan KPK, aksi teror masih saja terjadi kepada keluarga. Ia bercerita, sekitar sebulan yang lalu, mobil yang dikendarai istrinya mendapat serangan.

"Mobil saya yang dikendarai istri dihantam pakai palu. Tapi enggak sempat pecah," jelasnya.

Kata Samad, tindakan teror tersebut harus dihadapi dengan tanpa keraguan. Jika tidak, maka penegakkan hukum kalah. "Itu sikap kita yang perlu ditunjukan. Karena kalau ada keraguan, ketakutan maka yang menang adalah peneror," tegasnya.

TERKINI
Berbagai Peristiwa Bersejarah Tanggal 7 Juni dari Masa ke Masa Mengapa Hari Peduli Sedunia Diperingati Setiap 7 Juni? Mengapa Bulan Muharram Disebut Bulan Allah? Hari Keamanan Pangan Sedunia Diperingati Setiap 7 Juni, Ini Sejarahnya