Senin, 10/04/2017 20:30 WIB
Madrid - Seorang programer komputer Rusia, Pyotr Levashov dibekuk di Barcelona, pada Minggu (7/4). Hingga kini belum jelas terkait penagkapan pria 36 tahun itu karena Juru bicara kedutaan, polisi Spanyol dan kementerian dalam negeri belum memberikan rincian dan menolak berkomentar
Meski belum jelas penangkapan Levashov, namun beberapa portal berita seperti BBC dan saluran televisi di bawah pemerintah Rusia, menghubungkan penangkapan itu dengan pemilu AS tahun lalu.
Peter Carr, juru bicara divisi kriminal Departemen Kehakiman AS, mengatakan, “Kasus ini masih dalam penyelidikan, jadi kami belum memiliki informasi yang lebih untuk disampaikan saat ini,” ujar Peter Carr dilansir Theguardian
Pemerintah AS telah menuduh Rusia melakukan membobol email partai Demokrat untuk membantu kampanye Donald Trump. El Confidencial, sebuah situs berita Spanyol, mengatakan bahwa surat perintah penangkapan Levashov ini dikeluarkan oleh otoritas AS atas dugaan "hacking" yang membantu kampanye Donald Trump.
Trump Larang Netanyahu Balas Rudal Iran demi Muluskan Negosiasi
Trump Perintahkan Israel Tak Balas Serangan Iran
Trump Sebut Israel Harus Terima Kesepakatan Apapun AS dengan Iran
Juru bicara polisi Spanyol mengatakan Pyotr Levashov ditahan di bandara Barcelona saat sedang berlibur pada Jumat pekan lalu oleh polisi dari unit penyelidikan teknologi menyusul permintaan internasional. Levashov kini dibawa ke Madrid sambil menunggu keputusan pemerintah Spanyol apakah akan mengekstradisinya ke Amerika Serikat atau tidak.
Meski tudingan AS kuat, namun para pejabat Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, telah berulang kali membantah keterlibatan Rusia dalam kemenangan pemelihan presidan ke-45 tahun lalu
Keyword : Pilpres AS Donald Trump Rusiah Cyber