Rabu, 01/11/2023 15:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras masih terjadi di 87 kota, 2 kota mengalami deflasi, dan 1 kota lainnya stabil.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, secara akumulatif di tahun 2023, beras juga menyumbang andil inflasi terbesar yaitu sebesar 0,49% secara year-to-date (ytd) di Oktober 2023.
"Beras merupakan penyumbang andil inflasi terbesar selama 3 bulan berturut-turut, dari Agustus hingga Oktober 2023," ujar Pudji dalam Rilis BPS di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Pada Oktober 2023, inflasi beras tercatat sebesar 1,72% dengan andil sebesar 0,06%.
PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi
Koalisi Arab Ikut Cegat Rudal Balistik Houthi ke Riyadh
Presiden Diminta Prioritaskan Sekolah Gratis dan MBG di Papua
Sebagai informasi, tingkat inflasi bulanan (mtm) Oktober 2023 sebesar 0,17% dan tingkat inflasi ytd Oktober 2023 sebesar 1,80%.
Pada Oktober 2023 terjadi inflasi tahunan (yoy) sebesar 2,56% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,64.
"Inflasi tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yang tertinggi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,41%," terang Pudji.
Sementara itu, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 5,43% dengan IHK sebesar 120,87 dan terendah terjadi di Jayapura sebesar 1,43% dengan IHK sebesar 112,88.