Anggota DPR Minta Pemerintah Cari Solusi Soal Buruknya Kualitas KA INKA

Selasa, 31/10/2023 11:37 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, meminta Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian serta PT KAI duduk bersama mencari solusi terkait kondisi LRT Jabodebek yang bermasalah.

Menurut dia, ketiga kementerian ini perlu mengevaluasi total keputusan pemilihan kereta produksi PT. INKA sebagai armada LRT. Padahal sebelumnya sudah ada informasi bahwa kereta produk PT. INKA tidak cocok untuk angkutan penumpang sejenis KRL (kereta rel listrik), KRD (kereta rel diesel), LRT (light rail transit) atau trem.

"Terkait dengan kualitas produk KA dari PT. INKA yang membahayakan penumpang sehingga gagal operasi Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN harus menegur keras perusahaan plat merah tersebut. Karena terbukti produk yang dihasilkan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya," kata Mulyanto kepada wartawan, Selasa (31/10).

Dengan kejadian ini Mulyanto sadar mengapa sebelumnya PT. KAI dan PT KCI lebih memilih kereta bekas dari Jepang, ketimbang menggunakan produk dalam negeri. Ternyata, kualitas kereta produk dalam negeri belum memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang semestinya.

"Masak kualitas produk baru industri kita kalah dari barang bekas produk Jepang. Ini kan memalukan bangsa sendiri. Kasus ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Jangan sampai publik serba salah, disodori pilihan yang sama-sama jelek seperti memakan buah simalakama,’ tegasnya.

“Pilih produk dalam negeri, kualitasnya rendah dan membahayakan. Pilih KA bekas Jepang, merendahkan produk bangsa sendiri. Kita menginginkan produk dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri, namun tidak juga dengan kualitas seadanya yang dikeluhkan sekarang ini," demikian tegas Mulyanto menambahkan.

 

TERKINI
CENTOM Sebut Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United Kualitas Sperma Capai Puncak di Musim Panas, Benarkah Pengaruhi Kesuburan?