Kemenag Ajak Masyarakat Terapkan Moderasi Beragama

Selasa, 24/10/2023 19:37 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat terus mengampanyekan moderasi beragama. Hal ini disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Suyitno, pada Senin (23/10) kemarin di Surabaya, Jawa Timur.

Seiring dengan lahirnya Pepres Nomor 58 Tahun 2023, tentang penguatan moderasi beragama, moderasi beragama bukan semata urusan Kemenag, melainkan kewajiban bersama semua kementerian dan lembaga.

"Program inovasi moderasi bertujuan agar praktik baik dari masyarakat, dan lembaga pendidikan, bisa menjadi role model, bahwa apa yang dilakukan menjadi contoh dan bisa dikembangkan lalu didesiminasikan di tempat lain," kata Suyitno dalam keterangannya.

Suyitno juga berharap dengan rencana gelaran Konferensi Moderasi Beragama Asia Afrika (KMBAA) di Bandung, Jawa Barat nanti, Indonesia bisa mengimpor dan mengekspor praktek-praktek baik moderasi beragama di benua Asia Afrika.

"Dapat berkontribusi, memberikan solusi, dan pandangan kepada kita semua tentang pentingnya hidup yang damai, meskipun kita semua berbeda latar belakang, suku bangsa, agama dan heterogenitas," imbuh dia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Nizar Ali mengapresiasi Balitbang Diklat atas penyelenggaraan kegiatan ekspos inovasi moderasi beragama.

Menurut Nizar, kampung moderasi beragama, rumah moderasi beagama, dan juga sekolah moderasi beragama serta perguruan tinggi moderasi beragama, bisa menjadi role model menjelang tahun politik saat ini. Sebab, pada tahun politik masyarakat sangat rentan dengan gesekan-gesekan, hanya karena perbedaan pilihan politik.

"Moderasi beragama di kampung dan tempat ibadah menjadi opsi untuk menciptakan keharmonisan umat beragama. Sebab di kampung moderasi beragama dipastikan kehidupan umat beragama harmonis dan damai," terang Nizar.

TERKINI
Staf PBB Meninggal, Israel Sebut Kendaraannya Diserang di Zona Pertempuran Aktif di Gaza Mahasiswa Harvard yang pro-Palestina Akhiri Perkemahan, Berjanji akan Lanjutkan Protes Terkait Perang Gaza, Yordania Gagalkan Rencana Pengiriman Senjata untuk Penentang Monarki Hadapi Kerusuhan di Kaledonia Baru, Prancis Upayakan Pembicaraan dan Kirim Polisi